lp2m-unej

Pengambilan Jaket KKN Gel.I 2017/2018 Universitas Jember

Kepada Seluruh Peserta KKN Gelombang I Tahun Akademik 2017/2018 Bahwa Pengambilan Atribut(jaket ) KKN dapat diambil sesuai dengan jadwal dibawah ini: No. Pendaftaran Tanggal Gedung Jam Pelaksanaan 001  s/  250 19 -12- 2017 LPPM 08.00 s/d 15.00 251 s/d 500 20 -12- 2017 LPPM 08.00 s/d 15.00 501 s/d 791 21 -12- 2017 LPPM 08.00 s/d 15.00 Demikian atas perhatiannya di Ucapkan terima kasih. Jember, 18 Desember 2017 Kasubag, Datin LPPM   Nining RatnaHimawati, S.E., M.M.

Selanjutnya

Universitas Jember Rintis Science Techno Park

Universitas Jember mulai merintis berdirinya fasilitas Science Techno Park (STP). Fasilitas yang bertujuan untuk menjembatani hasil-hasil penelitian sivitas akademika kampus Tegalboto dengan pihak industri ini, secara resmi dibuka oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, didampingi oleh Retno Sumekar, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Agusta Jaka Purwana, Ketua Badan pengurus Cabang HIPMI Jember, Prof. Dr. Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), dan disaksikan hadirin lainnya di Agrotechno Park Universitas Jember (29/11). Dalam sambutannya, Moh. Hasan menjelaskan jika keberadaan STP Universitas Jember yang diberi nama Agro Inovasi nantinya membawa dua fungsi, yakni menghilirkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa kampus Tegalboto, dan mendukung keberadaan industri yang berbasis pada riset dan pengembangan (Research and Development), khususnya industri yang berbasis pertanian dan perkebunan. Pemilihan industri pertanian dan perkebunan tidak lepas dari penetapan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi unggulan di bidang Bioteknologi dibidang pangan dan kesehatan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2016 lalu. Apalagi peneliti kampus Tegalboto telah banyak menelurkan inovasi yang menurut Moh. Hasan pantas masuk ke industri. “Hari ini baru perkenalan terbatas atau softlaunching sebab fasilitas STP kita masih dalam pembangunan yang letaknya di daerah Jubung dengan sokongan dana dari Islamic Development Bank,” kata Moh. Hasan. Salah satu teknologi yang didemonstrasikan siang itu adalah teknologi Agri Ino v1.0, karya Bayu Taruna dari Fakultas Teknologi Pertanian. Bayu Taruna menciptakan aplikasi berbasis remote sensing bagi petani dengan telepon genggam sebagai sarananya. “Petani kita sering kesulitan untuk mengetahui apakah tanamannya sehat, sakit atau perlu dipupuk. Sebab perlu penelitian di laboratorium yang memerlukan waktu, terlebih lagi jika lahannya luas. Dengan aplikasi Agri Ino, petani tinggal mengunduh aplikasinya, kemudian langsung dapat dipraktekkan dengan cara memotret daun tanaman dengan HP-nya. Saat itu juga data mengenai kondisi tanaman langsung diperoleh,” jelas dosen yang baru pulang menyelesaikan studi doktoralnya ini. Aplikasi Agri Ino v1.0 yang dipaparkan oleh Bayu Taruna langsung mendapatkan tanggapan positif dari para hadirin, antara lain dari petinggi PTPN X yang turut hadir. Mereka tertarik menggunakan aplikasi Agri Ino v1.0 di kebunnya. Menurut Bayu Taruna, aplikasi Agri Ino v1.0 yang dikembangkannya selain mudah juga murah, sebab jika menggunakan cara manual di laboratorium memakan waktu dan biaya dan mahal. “Jika menggunakan alat klorofil meter untuk mengetahui apakah tanaman sehat atau tidak, memakan waktu sekitar tiga hari, alatnya pun mahal seharga tiga ribu dolar,” imbuhnya. Bayu Taruna dan kawan-kawan kini tengah mengembangkan alatnya guna pemakaian lebih luas dengan bantuan drone atau pesawat tanpa awak. “Nanti kamera kita pasang pada drone yang terbang di atas lahan perkebunan sehingga dengan mudah kita bisa mengawasi kondisi tanaman di areal yang luas,” ujarnya lagi. Keberadaan STP Agro Inovasi Universitas Jember didukung oleh Retno Sumekar. Menurutnya pemerintah mentargetkan pembangunan 100 STP di Indonesia, walaupun dirasa sulit mencapai target tersebut. “STP adalah wadah mempertemukan antara akademisi, bisnis dan pemerintah serta komunitas. Memang tidak mudah untuk menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan industri. Seringkali peneliti merasa produk inovasinya sudah baik, namun ternyata dari perhitungan bisnis tidak layak. Oleh karena itu saya salut atas pembangunan STP Agro Inovasi ini yang juga menggandeng HIPMI sebagai perwakilan pengusaha,” kata Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Kemenristekdikti sendiri melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi menyediakan dana hingga 400 juta rupiah bagi hasil penelitian yang siap menjadi usaha awal (start up). Ditemui seusai acara, Prof. Dr. Achmad Subagio menambahkan, nantinya penelitian sivitas akademika kampus Tegalboto yang dinilai layak dikomersialkan bakal menjalani masa inkubasi, training dan mentoring di STP hingga layak ditawarkan ke industri, atau dilepas ke pasaran. “Jadi tidak hanya produk-produk mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Jember saja yang kita bina di STP ini, namun tidak menutup kemungkinan jika masyarakat memiliki ide dan produk yang layak jual akan kita bantu juga. Harapannya Universitas Jember makin dirasakan manfaatnya,” tutur Prof. Dr. Achmad Subagio. Sementara itu Agusta Jaka Purwana, Ketua BPC HIPMI Jember menyambut baik keberadaan fasilitas STP, sebab menurut pengusaha yang juga alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember ini, adanya STP sesuai dengan tujuan HIPMI yakni mencetak pengusaha-pengusaha baru. (iim)

Selanjutnya

Pendaftaran Trip dan Trik tembus CPPBT 2017

Yth. Bapak Ibu Dosen Di Lingkungan Universitas Jember Sukses berkompetisi mendapat Hibah Program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kemenristek Dikti. Sehubungan dengan itu, LP2M menyelenggarakan kegiatan Workshop Hibah Program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) , yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal    :  Kamis, 23 November 2017 Jam                    : 13.00 s.d. selesai Pemateri           :  1. Dr.rer.agr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, MEng., M.Phil 2. Asmak STp,MTP Tempat              :  Aula LP2M Universitas Jember Sehubungan dengan kegiatan tersebut diatas, dengan hormat kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk hadir pada kegiatan tersebut serta Menginformasikan kehadiran dengan mendaftar di  Form Konfirmasi Kehadiran Workshop. Ketua, ttd Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. NIP 196905171992011001  

Selanjutnya

Universitas Jember Bantu Petani Kakao Blitar

Jember, 16 November 2017 Setelah membantu pengembangan kopi di Jember dan daerah sekitarnya, kini para peneliti Universitas Jember membantu petani kakao yang ada di Blitar. Bantuan dalam bentuk program Pengabdian Masyarakat bertema Produksi Lemak Cokelat sebagai Bahan Dasar Makanan Berbasis Kakao Lokal, dilaksanakan di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar (11/11). Menurut Prof. Yuli Hariyati, koordinator kegiatan, program pengabdian masyarakat yang dilakukan mengacu kepada rencana strategi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jember yang memfokuskan pada beberapa produk perkebunan seperti kopi, kakao dan lainnya. Menurut Prof. Yuli Hariyati, khalayak sasaran yang dipilih adalah petani kakao di Desa Slemanan, khususnya para perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Makmur. “Secara garis besar ada tiga bidang yang kami bantu, yakni pengembangan agribisnis kakao rakyat melalui pengolahan biji kakao menjadi produk bernilai-tambah, upaya penguatan kelembagaan agribisnis kakao rakyat, serta upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani kakao rakyat melalui penguasaan beberapa teknologi pengolahan lanjut pada biji kakao,” katanya. Sementara tujuan spesifik yang ingin dicapai adalah secara gradual meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kakao rakyat dalam hal kreasi nilai tambah biji kakao serta persiapan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan organisasi petani pada umumnya. “Ada enam dosen yang terlibat baik dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian, serta para mahasiswa kampus Tegalboto. Kami juga bekerjasama dengan kawan-kawan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, dan Pusat Penelitian Ilmu Sosial Universitas Brawijaya. Kami juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Blitar, antara lain dengan pengawasan dari Unit Anti Poverty Program (APP) Kabupaten Blitar,” imbuh Prof. Yuli Hariyati. Adapun dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan kali ini adalah Yuli Hariyati, Bambang Marhaenanto, Rena Yunita Rahman, Diana Fauziyah, Sugeng Raharto, dan Sri Subekti. Kegiatan juga menggandeng para mitra yaitu Priyo Sugeng Winarto, Pusat Penelitian Ilmu Sosial Universitas Brawijaya dan Edi Suharyanto dkk dari Pusat Penelitian Kopi Kakao (PUSLITKOKA) Jember. Adapun mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jember antara lain adalah Titis Luttiyana, Maulida Farah Sandy, Luthviana Evi Agustina, Nandari Andhini, dan Muhammad Syauqi Hasby. (yuli h)

Selanjutnya

Undangan Mahasiswa Peserta KKN Gelombang I 2017/2018

Yth. Mahasiswa Peserta KKN Gel. I TA 2017/2018 di tempat. Dengan hormat, Mengharap kehadiran Mahasiswa Peserta KKN Gelombang I Tahun Akademik  2017/2018  pada : Hari/Tanggal       : Senin, 20 November 2017 Tempat                : Gedung Soetardjo Universitas Jember,Jl. Kalimantan 37 Jember Pukul                    : 08.30  s/d selesai Acara                    : Seminar Mencari Format Pemberdayaan melalui KKN Tematik yang  berkolaboratif dalam Pencapaian SDGs di Daerah dan Desa. Demikian atas perhatian dan kehadiran Saudara disampaikan terima kasih. Seminar Mahasiwa KKN Gel1-2017-2018 Ketua, ttd Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. NIP 196905171992011001

Selanjutnya

Pendaftaran Workshop HKI LP2M Universitas Jember 2017

Yth. Bapak Ibu Dosen Di Lingkungan Universitas Jember Upaya peningkatan dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual harus terus ditingkatkan. Pemahaman dan kemampuan dalam pengajuan dan pendaftaran kekayaan intelektual menjadi salah satu strategi terutama bagi para penerima hibah penelitian. Sehubungan dengan itu, LP2M menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengajuan HKI dan Launching Klinik HKI Universitas Jember, yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal    :  Selasa, 21 November 2017 Jam                    :  07.30 s.d. selesai Acara                 :  Workshop Pengajuan HKI (jadwal terlampir) Tempat              :  Aula Lantai 3 Gedung R. Achmad Universitas Jember Sehubungan dengan kegiatan tersebut diatas, dengan hormat kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk hadir pada kegiatan tersebut serta : Menginformasikan kehadiran dengan mendaftar di Form Konfirmasi Kehadiran Workshop Setiap peserta dimohon membawa laptop/sarana mobile online selama mengikuti kegiatan. Demikian atas perhatian dan kerjasama yang baik disampaikan terima kasih. Ketua, ttd Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. NIP 196905171992011001 SILAKAN ISI FORM KESEDIAN : Form Konfirmasi Kehadiran Workshop

Selanjutnya

Dies Natalis UNEJ KE 53

Jember, 10 November 2017 Universitas Jember berulang tahun ke 53, peringatan Dies Natalis perguruan tinggi yang berdiri tanggal 10 November 1964 ini diperingati segenap sivitas akademika-nya dengan upacara bendera di lapangan upacara Kampus Tegalboto (10/11). Bertindak selaku pembina upacara, Zulfikar, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni yang mewakili Rektor yang sedang bertugas di luar negeri. Dalam sambutannya, Zulfikar, mengajak segenap dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan Universitas Jember untuk selalu memegang komitmen berkarya dan berprestasi. “Universitas Jember lahir bertepatan dengan Hari Pahlawan, hal ini bukan sebuah kebetulan belaka. Oleh karena itu marilah jadikan semangat Hari Pahlawan dalam berkarya dan berprestasi. Ayo jadi pahlawan sesuai dengan bidang dan peran masing-masing,” kata Zulfikar membakar semangat para peserta upacara. Wakil Rektor I juga menegaskan keberpihakan Kampus Tegalboto terhadap upaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi segenap lapisan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi. “Dari data tahun 2014-2017, mahasiswa yang berasal dari keluarga menengah ke bawah mencapai 60,3 persen. Sementara dari keluarga menengah 37,6 persen dan sisanya yang 2,1 persen berasal dari keluarga kaya,” imbuhnya. Memasuki usianya yang ke 53 tahun, hingga wisuda periode III tahun akademik 2017/2018 lalu, Universitas Jember telah meluluskan 92.661 lulusan yang sudah tersebar di seluruh nusantara bahkan di luar negeri. “Para lulusan kita juga sudah membuktikan lulus dengan IPK yang secara rata-rata mencapai 3,12. Selain itu kehidupan berorganisasi di kalangan mhasiswa juga Alhamdulillah berlangsung baik, salah satunya ditandai dengan suksesnya pemilihan ketua dan wakil ketua BEM serta anggota BPM dengan e-TPS,” kata Zulfikar. Peringatan Dies Natalis ke 53 Universitas Jember diisi dengan berbagai kegiatan, mulai kegiatan akademik seperti seminar terkait kopi, berbagai lomba olah raga, sholawatan Al Ghofilin, Family Gathering dan kegiatan lainnya, yang akan berakhir dengan pelaksanaan Dies Reader pada tanggal 15 November 2017. Dalam kesempatan upacara bendera tersebut, Wakil Rektor I melepas dua buah rangkaian balon yang digantungi spanduk kecil bertuliskan Dies Natalis ke 53 Universitas Jember. Bagi penemu spanduk kecil tersebut bakal mendapatkan hadiah uang senilai satu juta rupiah. (iim)

Selanjutnya

Universitas Jember Kampus Bondowoso

Jember, 28 September 2017 M. Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) meresmikan Universitas Jember Kampus Bondowoso (27/9). Dalam pidato peresmiannya, M. Nasir berharap keberadaan perguruan tinggi negeri di Bondowoso akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa di Bondowoso untuk mengenyam pendidikan tinggi. Peresmian Universitas Jember Kampus Bondowoso yang berada di kompleks Educational Development Center (EDC) diharapkan juga membawa manfaat bagi Bondowoso dan sekitarnya, dengan riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Turut hadir dalam acara peresmian ini Amin Said Husni, Bupati Bondowoso beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, serta hadirin lainnya. “Saya mengapresiasi proses berdirinya Universitas Jember Kampus Bondowoso yang relatif cepat, hanya setahun. Kerjasama antara Universitas Jember dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso seperti ini memang didukung oleh Kemenristekdikti bagi pemerintah kabupaten yang berniat membuka perguruan tinggi negeri, sebab pemerintah masih memberlakukan moratorium pembukaan perguruan tinggi, tentunya dengan mematuhi aturan yang ada. Harapannya Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi kita bakal meningkat. Semoga keberadaan Universitas Jember Kampus Bondowoso bakal memajukan potensi daerah yang ada,” ujar Menristekdikti yang sore itu didampingi oleh sang Sekertaris Jenderal, Ainun Naim. Rasa syukur juga disampaikan oleh Amin Said Husni, Bupati Bondowoso. “Alhamdulillah cita-cita masyarakat Bondowoso untuk memiliki perguruan tinggi negeri akhirnya terwujud. Kami bakal mendukung kampus ini, salah satunya dengan bakal menghibahkan gedung dan lahan di Educational Development Center ini untuk kemajuan Universitas Jember Kampus Bondowoso. Untuk diketahui lahan dan gedung di sini dibangun dari dana insentif daerah yang diberikan pemerintah pusat karena keuangan Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian. Sejak semula dana tersebut memang diperuntukkan guna pengembangan pendidikan di Bondowoso,” jelas Amin Said Husni yang tidak lupa memberikan ucapan selamat datang di Republik Kopi Bondowoso kepada seluruh hadirin. Sementara itu Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember menjelaskan jika keberhasilan pendirian Kampus Bondowoso tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Bahkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat ini tengah membangun gedung perkuliahan berkantai tiga dan sarana pendukung lainnya. Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga aktif memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Bondowoso yang kuliah di berbagai perguruan tinggi. “Saat ini memang baru ada enam program studi di Kampus Bondowoso, yakni Agribisnis, Ilmu Pertanian konsentrasi Perkebunan, Ekonomi Syariah, Akuntansi, PGSD serta Pendidikan Matematika. Nantinya jumlah program studi ini bakal bertambah mengikuti perkembangan dan dinamika yang ada, misalnya saja ke depan kita akan membuka Program Studi Peternakan dan Ilmu Gizi,” kata Moh. Hasan. Setelah upacara peresmian, Menristekdikti berkesempatan menyaksikan pameran produk unggulan kampus Tegalboto yang berbasis pada potensi Bondowoso. Beberapa produk unggulan yang dipamerkan antara lain tebu transgenik, berbagai hasil riset mengenai kopi, singkong, serta penelitian potensi melinjo. Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat tampil Program Sistem Administrasi Informasi Desa (SAID) yang digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember melalui program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa. Sementara Pemerintah Bondowoso menampilkan potensi beras organik, kopi, serta kemajuan di bidang pendidikan vokasi. (iim)

Selanjutnya
Keatas