lp2m-unej

Summer Course Bertema “The Coffee Industrialization: From the Bean to The Cup and Culture”, Membahas Lebih Detail Proses Pengolahan Kopi

The Coffee Industrialization: From the Bean to The Cup and Culture”, Membahas Lebih Detail Proses Pengolahan Kopi       Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember sukses menyelenggarakan acara summer course dengan mengambil tema “The Coffee Industrialization: From the Bean to The Cup and Culture” yang bertujuan untuk memperkenalkan kopi sebagai bagian dari budaya global dan ekonomi lokal. Acara ini diadakan tanggal 6 hingga 14 Agustus 2024 dan diikuti oleh 23 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas, 9 universitas dalam negeri seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, IPB, Universitas Hassanudin, Universitas Mataram, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Lampung, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Jember dan 2 Universitas luar negeri yaitu Universitas of California Davis, USA dan Universitas Rakuno Gakuen, Jepang. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai proses pengolahan kopi secara detail dan memperkenalkan berbagai jenis kopi dengan citra rasa yang berbeda-beda. Kegiatan pertama para peserta Summer Course yaitu adanya sesi pembelajaran di kelas dengan berbagai narasumber terkemuka. Kegiatan ini melibatkan Prof. Tonya Khul dari University of California Davis, Bapak Arie, Ph.D. dari ICCRI, dan Ibu Asmak, Ph.D., dosen Universitas Jember.    Prof. Tonya Khul memulai dengan pembahasan mengenai pasar kopi global, khususnya di Amerika Serikat yang mengalami pertumbuhan pesat. Beliau menjelaskan bahwa permintaan kopi di Amerika Serikat sangat tinggi, terutama di kalangan generasi Z, yang mempengaruhi tren dan budaya konsumsi kopi di tingkat lokal. Prof. Tonya Khul menjelaskan, “Pasar kopi di Amerika Serikat ditandai dengan tingkat konsumsi harian yang tinggi, dengan 73% populasi meminum kopi setiap hari dan menghabiskan sekitar $301 juta setiap harinya. Metode penyeduhan yang populer mencakup tetes otomatis, pembuat kopi satu cangkir, espresso, dan kopi siap minum (RTD),” Penjelasan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kebiasaan dan preferensi konsumen di Amerika Serikat mempengaruhi tren global dalam industri kopi Pembahasan kedua dilanjutkan oleh narasumber dari ICCRI bapak Arie, Ph.D. yang menjelaskan mengenai posisi Indonesia dalam pasar kopi global dan kontribusi Indonesia terhadap pasar kopi internasional. Bapak Arie, Ph.D menjelaskan bahwa “Indonesia merupakan pemain utama di pasar kopi global, terutama dalam membudidayakan kopi Robusta, yang berbeda dari jenis Arabika yang lebih disukai di seluruh dunia. Saat ini, sebagian besar produksi kopi di Indonesia dilakukan oleh petani kecil, sementara pemangku kepentingan besar hanya berkontribusi pada persentase kecil dari total produksi. Produksi kopi di negara ini cukup signifikan, dan lingkungan yang unik memerlukan penyesuaian khusus dalam metode produksi.” Penjelasan ini memberikan gambaran jelas mengenai peran penting Indonesia dalam industri kopi global, dengan fokus pada perbedaan antara kopi Robusta dan Arabika serta tantangan yang dihadapi oleh petani kecil di negara ini. Pemaparan ini memberikan wawasan mengenai bagaimana Indonesia berperan penting dalam produksi kopi global dan tantangan yang dihadapi oleh petani kopi lokal. Bapak Arie juga menjelaskan bagaimana metode produksi harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang spesifik di Indonesia, serta dampaknya terhadap produksi kopi secara keseluruhan Pembahasan selanjutnya yaitu dari Ibu Asmak, Ph.D. yang menjelaskan pentingnya beberapa langkah kunci dalam meningkatkan kualitas kopi. Menurutnya, “Pengolahan kopi adalah langkah dasar yang sangat penting. Metode seperti pencucian, pengolahan alami, dan pengolahan madu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik”. Lebih lanjut, Ibu Asmak menekankan pentingnya proses roasting pada kopi, “Roasting memainkan peran yang sama pentingnya karena memecah senyawa prekursor untuk meningkatkan rasa dan aroma kopi.” Ujar ibu Asmak. Beliau juga menambahkan bahwa inovasi dalam metode dan peralatan penyeduhan dapat membawa kualitas kopi ke tingkat yang lebih tinggi. Peserta Summer Course Universitas Jember Menyelami Dunia Kopi: Dari Perkebunan hingga Proses Pengolahan  Peserta Summer Course memulai acara ini dengan kunjungan ke beberapa perkebunan kopi di Jawa Timur, termasuk Kopi Klunching Bondowoso, Perkebunan Kopi PDP Khayangan Jember, dan Puslitkoka Jember. Selama kunjungan ini, peserta memiliki kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan petani kopi dan mendapatkan wawasan langsung tentang praktik pengolahan kopi. Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek fisik tanaman kopi, termasuk perbedaan antara kopi Arabika dan Robusta. Kopi Arabika, yang tumbuh lebih tinggi (2-4 meter) dibandingkan Robusta (2-3 meter), memiliki daun yang lebih tipis dan ramping, sementara daun Robusta lebih tebal dan lebar.Bunga kopi dari kedua jenis ini berwarna putih, namun bunga Arabika dikenal memiliki aroma yang lebih kuat. Buah Arabika, yang lebih kecil dan bulat, berbeda dari buah Robusta yang lebih besar dan oval. “Memahami karakteristik fisik tanaman kopi sangat penting untuk penanaman dan perawatan yang efektif,” kata Fadli selaku ketua Pokdarwis Kopi Klunching Bondowoso. “Peserta harus bisa membedakan kedua jenis ini untuk dapat mengelola dan memproses kopi dengan lebih baik.”   Setelah melakukan kunjungan ke perkebunan kopi, peserta melanjutkan dengan pelatihan praktis di dua lokasi berbeda, yaitu Kopi Raisa dan Kopi Ketakasi Sidomulyo. Pelatihan ini mencakup berbagai tahapan dalam pengolahan biji kopi, mulai dari pemrosesan pasca panen hingga pemanggangan dan penyeduhan. Di Kopi Raisa, peserta memperoleh pelatihan menyeluruh yang mencakup seluruh proses pengolahan kopi. Mereka diajarkan tentang berbagai metode pemrosesan pasca panen seperti honey process, full wash, anaerob, natural, dan semi full wash. “Setiap metode pasca panen memberikan efek yang berbeda pada rasa dan kualitas kopi,” ungkap Pak Saleh selaku pengelolah Sekolah Kopi Raisa. “Misalnya, metode honey process dapat menghasilkan rasa manis yang khas, sedangkan full wash memberikan rasa yang lebih bersih.” Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknik sortasi, yaitu proses pemisahan biji kopi berdasarkan kualitasnya, serta teknik roasting (pemanggangan) dan brewing (penyeduhan). “Di Kopi Raisa, kami memastikan peserta memahami setiap langkah dalam proses pengolahan kopi, dari sortasi hingga brewing,” kata Pak Rizal. “Praktik langsung ini sangat penting untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi.” ;   Sementara itu, di Kopi Ketakasi Sidomulyo, pelatihan difokuskan pada tahap pasca panen, dengan penekanan pada pengolahan kopi Robusta. Di sini, peserta mempelajari proses dan teknik khusus yang digunakan untuk memproses biji kopi Robusta yang unggul di lokasi ini. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang teknik-teknik pemrosesan pasca panen yang diterapkan pada kopi Robusta. Ini termasuk cara-cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas biji Robusta selama proses pengolahan. “Kopi Ketakasi Sidomulyo memiliki keunggulan dalam mengolah kopi Robusta, dan peserta belajar bagaimana memanfaatkan keunggulan ini,” kata Pak Sunari. “Kami mengajarkan teknik khusus yang membantu mempertahankan cita rasa dan kualitas kopi Robusta” ujarnya.  Pelatihan di kedua lokasi ini memberikan peserta pengalaman praktis…

Selanjutnya

Workshop Pengelolaan Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi Penelitian Universitas Jember

Pada tanggal 22 Juli 2024, LP2M Universitas Jember mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengelolahan Kekayaan Intelektual Hilirisasi Penelitian Universitas Jember” yang dilaksanakan di Kampus Jubung Universitas Jember. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor III Prof. Drs. Bambang Kuswandi, MSc, PhD menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan intelektual bagi institusi akademik. “HKI menjadi wadah bagi para dosen untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaan intelektual yang mereka miliki diharapkan acara ini dapat meningkatkan pencapaiaan HKI yang ada di Universitas Jember dan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada sehingga dapat menaikkan hilirisasi HKI yang ada di lingkungan Universitas Jember” ujar Prof Bambang. Acara yang diselenggarakan oleh divisi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Hasil Penelitian (Puspanova) LP2M Universitas Jember diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan strategi pengelolaan kekayaan intelektual serta mendorong hilirisasi penelitian di lingkungan akademik. Acara ini diadakan dengan menghadirkan narasumber Bapak Syahroni, S.S. dan Bapak Rais Prasetio dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Acara ini dihadiri oleh 50 dosen peneliti Universitas Jember yang memiliki minat dan peran dalam pengelolaan kekayaan intelektual dan hilirisasi penelitian terutama di bidang HAKI yaitu paten, Universitas jember memiliki jumlah paten yang sudah granted sejumlah 20 paten dan sebanyak 80 masih dalam tahapan proses untuk granted. Salah satu narasumber, Bapak Syahroni, S.S. dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) memaparkan informasi mengenai proses pemeliharan paten. “Proses pengurusan paten bisa mencapai waktu 3-5 tahun dan paten sederhana 1-2 tahun. Proses pemeliharan paten juga disingungg bahwasannya sebagai Lembaga Pendidikan dapat dilakukan pengurangan biaya pemeliharan hingga 0 Rupiah,” ujar Bapak Syahroni. Ia juga menekankan mengenai pentingnya memahami regulasi terkait kekayaan intelektual agar tidak ada pelanggaran yang dapat merugikan institusi.Diskusi berjalan lancar dan hangat, para inventor sangat antusias mendengarkan pembahasan yang dibahas oleh pak Syahroni dan berdiskusi mengenai berbagai pengalaman terkait pengelolahan hak paten masing-masing inventor. Salah satu peserta, Bu Nurhayati menyatakan bahwa adanya kegiatan ini dapat memperjelas kondisi paten yang dimiliki yang sudah diajukan beberapa tahun lalu. “Saya merasa sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. Acara ini memberikan wawasan baru bagi kami tentang bagaimana proses kelanjutan setelah memiliki sertifikat paten selain itu ini juga membuka wawasan baru tentang bagaimana melindungi dan mengkomersialisasikan hasil penelitian,”Pelaksanaan acara ini berjalan lancar, acara ini ditutup oleh kepala LP2M Universitas Jember yang berharap bahwasannya dengan adanya kegiatan ini dapat memudahkan para peneliti di lingkungan Universitas Jember, diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan pengelolaan kekayaan intelektual dan mendorong hilirisasi penelitian di lingkungan akademik, sehingga Universitas Jember dapat terus berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

Selanjutnya

International Conference Plantation Crops Management (PCM) 2024, Menjembatani Teknologi dan Pertanian untuk Masa Depan Petani

 International Conference Plantation Crops Management (PCM) 2024, Menjembatani Teknologi dan Pertanian untuk Masa Depan Petani Tanggal 14 Agustus 2024, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember menyelenggarakan International Conference Plantation Crops Management (PCM) 2024 dengan tema “Strengthening Smallholder Coffee and Another Estate Farmer Through Friendly and Achievable Technology to Meet the Global Market.” Acara ini merupakan serangkain acara summer course yang bertujuan untuk memberikatan pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas petani kecil dan petani perkebunan melalui penerapan teknologi yang ramah pengguna dan mudah diterapkan, serta untuk membantu mereka memenuhi standar pasar global. Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., yang menyoroti beberapa isu krusial dalam sektor ini. Prof. Yuli mengungkapkan, “Masalah utama dalam pengembangan perkebunan adalah kualitas produk yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan produktivitas yang menurun akibat berkurangnya daya dukung lahan, terutama pada perkebunan kopi milik masyarakat. Posisi rendah pemahaman bisnis petani dalam pasar internasional dan kurangnya penguasaan teknologi menjadi faktor penghambat utama yang perlu diatasi”. Beliau menekankan bahwa tantangan-tantangan ini membutuhkan perhatian serius dan solusi yang inovatif untuk meningkatkan daya saing produk perkebunan di pasar global. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor 4 Universitas Jember, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc, Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc, Ph.D. menguraikan pentingnya tema konferensi dan menjelaskan bagaimana teknologi yang inovatif dapat memberdayakan petani untuk meningkatkan produktivitas mereka. Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc, Ph.D. menyampaikan, “Tema konferensi ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh petani kita. Teknologi yang ramah dan dapat diterapkan secara praktis akan menjadi kunci untuk memberdayakan petani kecil dan petani perkebunan lainnya, serta meningkatkan daya saing mereka di pasar global.” Beliau juga berharap bahwasannya tujuan dari kegiatan seminar ini dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, memberikan sambutan khusus. Dalam pidatonya, Prof. Faiz menekankan pentingnya konferensi ini sebagai kesempatan berharga untuk menyatukan berbagai pihak dalam upaya penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi. “Banyaknya peneliti yang terlibat, saya berharap mereka tidak hanya menyelesaikan masalah yang dihadapi petani tetapi juga dapat menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Konferensi ini harus menjadi momentum untuk memperbaharui dan memperdalam pengetahuan kita,” ujarnya. Setelah pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dihadiri oleh sejumlah narasumber terkemuka, Prof. Tonya Kuhl, Dr. Pujiyanto, Dr. Manuela Zude-Sasse dan Prof. Bayu Taruna. Sesi ini dirancang untuk mengeksplorasi berbagai aspek penerapan teknologi dalam pengelolaan tanaman perkebunan khususnya kopi dan memberikan solusi praktis untuk tantangan yang dihadapi oleh petani.  Prof. Tonya Kuhl, University California Davis Prof. Tonya Kuhl dari University of California Davis memaparkan mengenai teknologi canggih yang digunakan untuk menarik konsumen dalam mengkonsumsi kopi. “University of California Davis telah mengembangkan teknologi untuk memperkenalkan berbagai inovasi dalam pengolahan kopi yang menarik bagi pelanggan,” ujar Prof. Kuhl. Beliau juga membahas kondisi perkebunan kopi di Amerika Serikat yang menghadapi berbagai tantangan, tetapi dengan teknologi yang tepat, kami dapat meningkatkan kualitas dan daya saing kopi kami di pasar global.  Dr. Ir. Pujiyanto M.Sc., Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi Dr. Pujiyanto yang merupakan peneliti senior di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi (Puslitkoka), membahas kemajuan teknologi dalam budidaya kopi. Beliau mengungkapkan bahwa kopi memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia, dengan melibatkan lebih dari 1,2 juta petani. “Kopi memiliki peranan signifikan dalam ekonomi Indonesia, melibatkan lebih dari 1,2 juta petani,” ujar Dr. Pujiyanto. Beliau juga membahas berbagai jenis kopi yang ditanam di Indonesia, seperti Arabika dan Robusta, yang memiliki kualitas bersaing di pasar global, meskipun saat ini masih kalah dibandingkan dengan Brasil, Vietnam dan Colombia menurut perhitungan RCA karena negara-negara tersebut merupakan pesaing utama di industri kopi.  Dr. Manuela Zude-Sasse, University of Berlin Dr. Manuela Zude-Sasse dari University Berlin menyampaikan materi secara daring mengenai penerapan teknologi di lapangan. Dr. Manuela menjelaskan bahwa teknologi telah memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas petani. Beliau memaparkan tentang penggunaan NIR Gun, sebuah perangkat pertama yang dikembangkan di Jepang yang berfungsi untuk menganalisis kualitas tanaman dengan teknologi Near-Infrared (NIR). “Teknologi ini memungkinkan 3D analisis dari NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) untuk mengetahui kondisi kesehatan tanaman dan kualitas buah secara lebih akurat,” kata Dr. Manuela.  Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, Universitas Jember Prof. Bayu Taruna dari Universitas Jember membahas pengembangan dan penerapan teknologi terjangkau yang dapat mengatasi tantangan yang dihadapi petani kecil. Prof. Bayu menekankan perlunya mengembangkan solusi teknologi yang efektif namun tetap terjangkau. “Penurunan produksi kopi dan kakao akibat perubahan iklim bisa diatasi dengan teknologi,” ujarnya. Beliau menjelaskan bahwa teknologi yang terjangkau dapat membantu petani menghadapi tantangan yang timbul dari perubahan iklim, seperti penurunan hasil panen dan kualitas tanaman. International Conference PCM 2024 berhasil memberikan wawasan yang mendalam mengenai penerapan teknologi dalam pengelolaan tanaman perkebunan. Diskusi ini memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman yang memperkaya perspektif peserta tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan hasil pertanian dan daya saing di pasar global. Adanya International Conference PCM 2024 di Universitas Jember diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendorong pemikiran yang berkelanjutan dalam industri pertanian untuk negara dan dunia. . 

Selanjutnya

Perkuat Pemahaman Kopi, UNEJ Menyelenggarakan Summer Course of Coffee The Coffee Industrialization: From The Bean to The Cup and Culture

Perkuat Pemahaman Kopi, UNEJ Menyelenggarakan Summer Course of Coffee “The Coffee Industrialization: From The Bean to The Cup and Culture” Universitas Jember menggelar Opening Ceremony untuk Summer Course bertema “The Coffee Industrialization: From The Bean to The Cup and Culture” pada Senin (5/8) di Aula Gedung Rektorat Universitas Jember. Acara ini merupakan bagian dari program internasional yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam pengetahuan tentang industri kopi, mulai dari proses pengolahan biji kopi hingga menjadi minuman yang siap dinikmati, serta memahami budaya kopi di berbagai negara. Kegiatan summer course yang dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari 9 universitas dalam negeri seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, IPB, Universitas Hassanudin, Universitas Mataram, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Lampung, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Jember dan 2 Universitas luar negeri yaitu Universitas of California Davis dan Universitas Rakuno Gakuen.  Summer course kali ini mengangkat tema “The Coffee Industrialization: From the Bean to The Cup and Culture”. Acara tersebut diselenggarakan di Aula lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Jember dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi industri kopi. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan hangat dari Wakil Rektor I Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D yang menyampaikan pentingnya pemahaman menyeluruh tentang industrialisasi kopi, mulai dari proses biji kopi hingga menjadi secangkir kopi yang siap dinikmati, serta budaya yang mengiringinya. “Kopi bukan hanya sekedar minuman, tetapi juga bagian penting dari budaya dan ekonomi global. Melalui program ini, kita berharap para peserta dapat memahami proses industri kopi secara menyeluruh dan bagaimana kopi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di berbagai belahan dunia,” ujar Prof Slamin. Beliau juga berpesan bahwa melalui kegiatan Summer Course ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam tentang dunia kopi. Acara pembukaan ini juga dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional oleh UKM Kesenian Universtas Jember yaitu tari Molong Kopi yang menceritakan ketika petani kopi memanen hasil kopi mereka. Acara pembukaan ini dibuka dengan kegiatan sesi talkshow dengan menghadirkan beberapa narasumber, seperti Bapak Hardian Susilo Addy, Ph.D yang membahas tentang attitude seorang mahasiswa, dan Bapak Ali Wafa S.P. M.Si yang membahas mengenai kegiatan summer course ini. Summer Course ini akan berlangsung selama dua minggu dan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk kunjungan lapangan ke perkebunan kopi, sesi diskusi dengan para ahli kopi, serta workshop tentang teknik penyeduhan kopi. Selain itu, peserta juga akan mempelajari aspek-aspek budaya kopi di Indonesia. Mereka juga akan mempelajari aspek budaya yang melekat pada tradisi minum kopi di Indonesia sehingga memberikan mereka perspektif yang lebih luas tentang pentingnya kopi dalam kehidupan sosial. Acara pembukaan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta yang kemudian dilanjutkan dengan mengelilingi area Kampus Universitas Jember untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan lingkungan akademik yang ada. Kunjungan ini meliputi Laboratorium Serangga, yang dikenal dengan penelitian unggulannya, Agrotechnopark sebagai pusat inovasi teknologi pertanian, serta Taman Pancasila yang merupakan simbol komitmen universitas dalam menanamkan nilai-nilai

Selanjutnya

Peserta Summer Course Universitas Jember Tampilkan Tarian Molong dalam Gala Dinner sebagai Penutup PCM 2024

Peserta Summer Course Universitas Jember Tampilkan Tarian Molong dalam Gala Dinner sebagai Penutup PCM 2024 LP2M Universitas Jember menggelar Gala Dinner di Pendopo Wahyawibawagraha pada Rabu 14 Agustus 2024 malam yang dihadiri oleh para peserta Summer Course, peserta International Conference Plantation Crops Management (PCM). Acara ini merupakan bagian dari kegiatan summer course yang diselenggarakan LP2M Universitas Jember yang bertema “The Coffee Industrialization: From the Bean to the Cup and Culture”. Acara ini dibuka oleh sekretaris bupati jember Bapak Hadi Sasmito, S.H, M.Si dalam sambutannya menyatakan, “Acara malam ini adalah contoh nyata dari bagaimana budaya lokal dapat bersinergi dengan perspektif internasional. Melalui kegiatan Summer Course yang dilaksanakan oleh Universitas Jember saya berharap bahwa pengalaman yang diperoleh peserta selama summer course ini akan memperluas wawasan dan menumbuhkan rasa saling menghargai di antara kita semua.” Peserta Summer Course tidak hanya mendalami aspek teknis pengolahan kopi tetapi juga mempelajari kekayaan budaya Indonesia. Salah satu momen puncak dari acara ini adalah penampilan tarian Molong pada gala dinner sebagai bagian dari penutup kegiatan summer course dan konferensi internasional PCM 2024 pada tanggal 14 Agustus 2024. Setelah melaksanakan kegiatan summer course secara intensif kurang lebih 2 minggu mengenai proses pengolahan kopi, peserta summer course diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan aspek budaya yang terkait dengan industri kopi di Indonesia. Tarian Molong, yang merupakan bagian dari ritual tradisional di Bondowoso, dipilih sebagai representasi budaya yang signifikan. Tarian ini, yang biasanya dilakukan untuk merayakan hasil panen kopi, menggambarkan rasa syukur dan permohonan untuk hasil yang lebih baik di masa depan. Penampilan peserta summer course pada acara Gala Dinner sebagai penutup PCM 2024 dapat menjadi sebuah simbol penting dari integrasi budaya dan penghargaan terhadap tradisi lokal. Melalui tarian Molong yang dipersembahkan, peserta tidak hanya menyajikan hiburan yang memukau, tetapi juga mengirimkan pesan mendalam tentang nilai-nilai budaya dan pentingnya melestarikan warisan tradisional. Penampilan ini menggambarkan bagaimana tradisi dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman dan saling menghargai antara berbagai latar belakang budaya. Dengan penampilan tersebut, peserta summer course turut berkontribusi pada usaha untuk memperkenalkan dan mempertahankan kekayaan budaya lokal, serta menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ini juga menjadi refleksi dari keberagaman yang dirayakan selama PCM 2024 dan memberikan dorongan positif untuk terus menghargai serta mempelajari budaya-budaya dari seluruh dunia. Para peserta, yang terdiri dari akademisi, praktisi industri kopi, dan mahasiswa dari berbagai negara, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penampilan tersebut. Taiki, salah satu peserta dari program summer course yang berasal dari Rakuno Gakuen University, mengungkapkan, “Melihat dan berpartisipasi dalam tarian Molong Kopi ini di gala dinner memberikan saya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya lokal Indonesia yang unik sebagai representasi yang kuat dari identitas budaya yang juga tercermin dalam industri kopi, menunjukkan hubungan yang mendalam antara tradisi lokal dan produk unggulan seperti kopi” ujarnya. Selain penampilan tarian Molong Kopi terdapat juga penampilan lainnya seperti penampilan Tari Tradisional Lahbako dan Penampilan JFC (Jember Festival Carnival). Summer course dan konferensi PCM 2024 ini diakhiri dengan harapan bahwa peserta dapat membawa pulang pemahaman yang lebih luas tentang keterkaitan antara budaya, tradisi, dan industri kopi. Acara ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk menghargai dan melestarikan tradisi lokal sambil terus mengembangkan industri kopi secara global.

Selanjutnya

PLHK LP2M Universitas Jember Gelar Sekolah Sadar Lingkungan

KBRN,Jember: Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LP2M Universitas Jember (Unej) kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Sadar Lingkungan (SeDarling) 02 Rabu (21/8/2024) di Wanawisata Kalipinusan Dusun Poncokusumo , Desa Sumberwuluh , Kecamatan Candipuro Lumajang.  Tema yang diangkat dalam kegiatan SeDarling adalah “Budaya Sadar Bencana”. Tujuannya adalah membangun budaya siaga dan aman di dalam masyarakat dan pemangku kepentingan terkait bidang penanganan bencana. Peserta yang ikut mulai dari pelajar hingga masyarakat dan organisasi pecinta lingkungan. Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes menyampaikan pentingnya untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan indivisu untuk lingkungan hidup lebih aman. “Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur formal dan informal” ujar Banun Rabu (21/3/2024). Kegiatan SeDarling 02 ini terdiri menjadi empat ragam, yaitu mempelajari tentang  maket kebencanaan, kolase yang dipergunakan sebagai bentuk edukasi trauma healing pascabencana, webbing, dan evakuasi korban dengan perahu karet.  “Kegiatan SeDarling 02 ini juga melibatkan mahasiswa Promaha Desa Rambipuji Kabupaten Jember dengan maket kebencanaannya dan mahasiswa KKN UMD Unej kelompok 223 Desa Sumberwuluh dengan edukasi pilah sampah” ujar Banun. Sementara itu Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) menegaskan bahwa SeDarling merupakan komitmen LP2M Unej untuk konsen pada lingkungan hidup.  “SeDarling merupakan salah satu upaya untuk melakukan edukasi berkaitan dengan budaya sadar bencana yang tentunya LP2M berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan ini secara kolaboratif dengan berbagai pihak karena hal ini selaras dengan visi dan misi Unej yang konsen dengan lingkungan hidup” ujar Yuli. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Salah satu strateginya adalah melalui pengembangan desa tangguh bencana dengan upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK).  Dalam PRBBK, proses pengelolaan risiko bencana melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.Pendidikan berwawasan kebencanaan merupakan salah satu kuncinya.

Selanjutnya

LP2M UNEJ Gelar Kegiatan Reinforcement of Academic Culture for Research and Society Engagement (REALISE)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember menggelarkegiatan Penguatan Budaya Akademik Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat- Reinforcement of Academic Culture for Research and Society Engagement atau yang disingkat REALISE sebagai perhatian serius dalam peningkatan kapasitas para peneliti di lingkungan Universitas Jember. Kegiatan REALISE tahun 2024 yang berlangsung 23 -26 Juli 2024 ini merupakan REALISE I yang melibatkan 5 Fakultas yang meliputi Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kegiatan REALISE ini akan dilanjutkan ke semua unit kerja (fakultas) di lingkungan UNEJ.   Acara ini diikuti oleh peneliti dari Kelompok Riset-Pengabdi kepada masyarakat (KeRis-DiMas) di lingkungan fakultas terkait. Setiap sesi kegiatan diawali dengan sambutan dari dekan masing-masing fakultas dan sambutan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember. Dalam sambutannya, Kepala LP2M, Prof. Dr. Yuli Witono, STP, MP menegaskan bahwa kinerja universitas sangat bergantung pada kinerja fakultas, sehingga peningkatan kinerja dosen akan berimplikasi pada peningkatan kinerja universitas secara keseluruhan. Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing Koordinator Pusat. Prof. Kartika Senjarini, Koordinator Pusat Pengembangan Penelitian (Pusbanglit), menyampaikan terkait kinerja Kelompok Riset dan Klasterisasi KeRis-DiMas berdasarkan lima kategori: Unggul, Utama, Madya, Pratama, dan Pembinaan. Sementara itu, Bevo Wahono, Ph.D., Koordinator Pusat Publikasi dan Diseminasi Hasil (Puskadesi), memaparkan mengenai kinerja luaran penelitian dalam bentuk publikasi, prosiding, dan perjurnalan. Selain itu, Koordinator Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Hasil Penelitian (Puspanova), Winda Amilia, M.Sc menjelaskan kinerja hibah penelitian yang terintegrasi dengan pengabdian dan industri serta luaran dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kegiatan ini dimoderatori oeh sekertaris bidang penelitian, M. Rondhi, SP, MP, Ph.D. Diskusi di masing-masing fakultas sangat hangat dan bernada positif dalam pengembangan institusi. Diskusi di Fakultas Ilmu Budaya berlangsung hangat antara narasumber dan peserta, dengan fokus pada peningkatan kinerja KeRis-DiMas dalam bidang penelitian, publikasi, dan HKI. Koordinasi dan komunikasi antar anggota dalam KeRis-DiMas serta peningkatan kapasitas setiap anggota menjadi tanggung jawab koordinator. Pengurusan HKI secara individu juga dibahas, serta identitas dan afiliasi penulis yang harus konsisten untuk menghindari variasi yang tidak terekam dalam data Sinta. Selanjutnya, Di Fakultas Kedokterandiskusi mengarah pada status KeRis DiMas di klaster pembinaan serta tips mengubah pengabdian mandiri menjadi pengabdian yang dapat diajukan ke hibah internal. Selain itu, dibahas juga pengadaan uji kompetensi bagi uji klinis di Universitas Jember karena adanya kendala bagi peneliti yang akan melakukan uji klinis tersebut. Senada dengan dua fakultas sebelumnya diskusi di Fakultas Kedokteran Gigi mencakup topik pengabdian, authorship dalam publikasi, HKI, dan profil Sinta. Contoh topik penelitian inovasi terkait kedokteran gigi serta HKI untuk prototipe, seperti paten sederhana, juga dibahas. Pendampingan untuk memilih bagian hibah matching fund (dana padanan) yang akan dipatenkan atas nama Unej dan mitra juga menjadi fokus diskusi. Kinerja Fakultas Ilmu Komputer tidak merata antar dosen. Ada beberapa dosen yang memiliki Kinerja Bagus, namun di sisi lain, ada dosen yang berkinerja lambat. Di Fakultas Ilmu Komputer, diskusi terkait kemungkinan restrukturisasi KeRis DiMas mengingat adanya 11 dosen baru yang baru bergabung. Kendala publikasi setiap semester untuk keperluan beban kinerja dosen, kebutuhan pendampingan hibah matching fund, serta tips meningkatkan jumlah HKI, termasuk hak cipta, juga dibahas. Peneliti di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik antusias berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi. Topik yang dibahas meliputi penyebutan nama institusi agar terekam dalam sistem, cara menulis nama Universitas Jember dalam publikasi, serta alasan proposal hibah di Sister Unej yang tertulis lolos namun tidak didanai karena keterbatasan dana. Usulan insentif bagi kegiatan yang berdampak nyata di masyarakat juga disampaikan. Kegiatan REALISE ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peneliti di Universitas Jember serta mendukung peningkatan kinerja universitas dalam berbagai bidang.

Selanjutnya

TINGKATKAN KINERJA JURNAL, UNIVERSITAS JEMBER MELAUNCHING RUMAH JURNAL UNEJ

Dalam rangka peningkatan kinerja dan layanan jurnal di lingkungan Universitas Jember, UNEJ telah mealaunching Rumah Jurnal tanggal 16 Juli 2024 di kampus Agrotechnopark Jubung oleh Warek I UNEJ, Prof. Drs. Slamin, M.Com, Ph.D.  Dalam kesempatan tersebut Prof. Slamin menyampaikan bahwa sebenarnya pelayanan perjunalan di Universitas Jember sudah dlaksanakan sejak lama dengan baik. Adanya rumah jurnal ini dapat mempercepat dan memudahkan pelayanan yang ada di jurnal universitas Jember.   Dalam kesempatan tersebut, hadir juga kepala LP2M, Prof. Dr. Yuli Witono. Dalam sambutan Prof. Yuli  menyampaikan bahwa Rumah Jurnal memberikan beberapa layanan, antara lain (1) pengajuan jurnal baru, (2) pengajuan aktivitasi doi, (3) pengajuan pendampingan tata kelola jurnal, (4) pengajuan pendampingan akreditasi/indeksasi global, (5) Penerbitan surat pengajuan ISSN ke BRIN. Pada saat peluncuran tersebut dilakukan demo web-site rumah jurnal dan layanan-layanan yang ada di bawahnya oleh ketua pengelola rumah jurnal, Fahmi ArifKurnianto, S.Pd., M.Pd. Web-site rumah jurnal dapat diakses di https://rumahjurnal.unej.ac.id Dalam kesempatan tersebut, hadir 100an pengelola jurnal di lingkungan Universitas Jember. Terdapat 93 jurnal yang terdapat dalam online journal system (ojs@unej.ac.id). 36 diantaranya  sudah terakreditasi mulai S1-S5. Terdapat 2 jurnal terakreditasi S1, 3 jurnal terakreditasi S2, 12 Jurnal terakreditasi S3, 10 Jurnal terakreditasi S4, 9 Jurnal terkareditasi S5. Secara struktur, Rumah Jurnal berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya di bawah  Pusat Publikasi dan Diseminasi (PUSKADESI), yang diketuai oleh Bevo Wahono. S Pd. M.Pd., Ph.D. Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut juga terdapat diskusi aktif dalam peningkatan kinerja jurnal. Di sampaikan oleh Sekertaris Bidang Penelitian LP2M UNEJ, Mohammad Rondhi, SP, MP, Ph.D. bahwa bahwa peningkatan kinerja jurnal dapat dilakukan melalui peningkatan kinerja manajemen, dan peningkatkan kualitas artikel. Di tambahkan bahwa kita berharap agar jurnal di lingkungan UNEJ dapat terus meningkat kinerjanya baik di level nasional (terakreditasi) maupun internasional (terindeks global). 

Selanjutnya
Keatas