Desa Klagensrampat Jadi Desa Binaan Universitas Jember: Wujudkan Pertanian Modern dengan Smart Farming

Klagensrampat, Lamongan (JMDN) – Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, resmi menjadi desa binaan Universitas Jember dalam pengembangan program smart farming. Program ini bertujuan menjadikan pertanian desa lebih modern, efisien, dan berkelanjutan dengan sentuhan teknologi mutakhir. Program smart farming ini meliputi beberapa terobosan, antara lain budidaya azolla sebagai pakan ikan dan unggas sekaligus pupuk organik, serta penerapan pemupukan presisi menggunakan drone untuk meningkatkan produktivitas lahan secara hemat biaya dan ramah lingkungan. Kepala Desa Klagensrampat, Suliono, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kehadiran Universitas Jember di desanya. Ia berharap program ini dapat meningkatkan hasil panen, efisiensi biaya produksi, dan kesejahteraan masyarakat desa. “Program smart farming tidak hanya berhenti pada penerapan teknologi, tetapi juga akan dibarengi dengan pelatihan, pendampingan, dan transfer ilmu kepada masyarakat,” Ujar Kades Siliono. Langkah kolaborasi ini diharapkan menjadikan Desa Klagensrampat sebagai desa percontohan pertanian modern di Kabupaten Lamongan, sekaligus membuka jalan bagi desa-desa lain untuk berinovasi dalam bidang pertanian. “Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menguasai teknologi secara mandiri.” Imbuhnya. Program smart farming ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa, antara lain meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan adanya program smart farming ini, diharapkan kolaborasi antara Desa Klagensrampat dan Universitas Jember dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dan pertanian di Kabupaten Lamongan. (jmdn)  

Selanjutnya

Didampingi Korda KAUJE Lamongan, KKN Unej Disambut Hangat Bupati Lamongan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampaingi oleh Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Korda Lamongan saat memberikan apresiasi kepada produk KKN UMD (Kuliah Kerja Nyata Universitas Membangun Desa) Universitas Jember tahun ajaran 2024/2025, Rabu (13/08/2025) di Guest House Lamongan.  Hadir diacara tersebut, Ketua dan Wakil Ketua Kauje Korda Lamongan Munif Syarif dan A. Farikh, beserta para jajaran dari Universitas Jember diantaranya Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala LP2M UNEJ, Hermanto Rohman, S.Sos., M.PA., Koordinator Pusat Pemberdayaan Masyarakat di LP2M UNEJ dan Lukman Wijaya Baratha Dosen Pembimbing Lapangan KKN UMD UNEJ.  Bupati Lamongan mengapresiasi atas hasil KKN yang dilakukan oleh mahasiswa pada (15/08/2025) hingga (18/08/2025) di Desa Kebalankulon, Desa Latukan, dan Desa Klagensrampat. “Produk yang dihasilkan mahasiswa KKN sangat luar biasa karena aplikatif dan sesuai dengan potensi desa masing-masing terutama dibidang peternakan, pertanian, dan pengolahan pakan organik. Sehingga bisa mendukung komitmen Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan ketahanan pangan,” kata Pak Yes.  Salah satu inovasi yang merupakan produk mahasiswa KKN UMD Desa Klagensrampat adalah pembuatan pelet pakan dari limbah gulma azoleaf.  Dengan produk ini, berpotensi meningkatkan ekonomi dan menjaga kebersihan lingkungan desa.   Dari produk KKN UMD Desa Klagensrampat juga ada program kerja pupuk mandiri desa (Purisa). Purisa adalah kegiatan mengubah kotor kotoran sapi, ayam, dan kambing menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya

Mahasiswa KKN UNEJ Hadirkan Inovasi Desa, Bupati Lamongan Beri Apresiasi Tinggi

 Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember Membangun Desa (KKN UMD) tahun ajaran 2024/2025. Apresiasi tersebut disampaikan pada Rabu (13/8) di Guest House Lamongan, usai menerima paparan program KKN yang berlangsung 15 Juli–18 Agustus 2025 di Desa Kebalankulon, Desa Latukan, dan Desa Klagensrampat.  Bupati yang akrab disapa Pak Yes menilai, karya mahasiswa UNEJ aplikatif dan sesuai potensi desa masing-masing, khususnya di sektor peternakan, pertanian, dan pengolahan pakan organik. Menurutnya, inovasi tersebut mampu mendukung komitmen Pemkab Lamongan dalam mewujudkan ketahanan pangan.  Produk yang dihasilkan mahasiswa KKN sangat luar biasa karena aplikatif dan sesuai potensi desa masing-masing. Sehingga mendukung kemajuan desa,” ujar Pak Yes.  Salah satu inovasi unggulan datang dari mahasiswa KKN UMD Desa Klagensrampat, yakni pembuatan pelet pakan ternak dari limbah gulma Azoleaf. Produk ini dinilai mampu meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa. Selain itu, ada program Pupuk Mandiri Desa (Purisa) yang mengolah kotoran sapi, ayam, dan kambing menjadi pupuk kompos ramah lingkungan, sehingga mengurangi biaya produksi pertanian dan mengatasi limbah ternak.  Di Desa Latukan, mahasiswa UNEJ mengembangkan Bioqua (Bio Liquid for Quality Agriculture) yang mengolah limbah menjadi pupuk organik untuk tanaman hortikultura. Sementara di Desa Kebalankulon, program Pocinas (Pupuk Organik Cair dari Cucian Beras) dan Rekolam (Revitalisasi Kolam Air Tawar Mandiri) menjadi solusi inovatif untuk pengelolaan limbah rumah tangga dan peningkatan produksi perikanan.  Pak Yes menegaskan, hasil KKN ini sejalan dengan program Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan (Gemerlap), yang fokus mengembangkan potensi desa melalui sektor perikanan, pertanian, dan industri kreatif. Ia berharap, produk KKN UNEJ dapat menjadi model yang diterapkan di desa lain secara berkelanjutan.  Kepala LP2M Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud keseriusan kampus dalam bersinergi membangun daerah.  Tematik KKN tahun ini di Lamongan fokus pada ketahanan pangan dan mendukung program pemerintah. Kami berharap inovasi ini berlanjut melalui KKN berikutnya, dilanjutkan oleh warga desa, dan mendapat dukungan program serta anggaran dari pemerintah kabupaten,” ujar Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P.,  Dengan seluruh peserta KKN UNEJ di Lamongan berasal dari daerah setempat, diharapkan kolaborasi ini menjadi langkah nyata membangun ekonomi desa yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan.sumber titan.id

Selanjutnya

LP2M Universitas Jember Gelar Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian 2025: Evaluasi Kinerja, Dorong Inovasi dan Dampak Nyata

LP2M Universitas Jember Gelar Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian 2025: Evaluasi Kinerja, Dorong Inovasi dan Dampak Nyata Jember, 25 Juli 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember telah sukses melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 pada tanggal 22–25 Juli 2025, bertempat di Agrotechnopark Jubung. Monev ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan program hibah, menilai akuntabilitas penggunaan anggaran, dan memastikan bahwa luaran yang dijanjikan—baik dalam bentuk publikasi ilmiah, HKI, maupun dampak sosial—dapat tercapai sesuai target. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan dosen peneliti dan pengabdi dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Jember, serta melibatkan lebih dari 840 judul hibah, termasuk: Hibah Internal Universitas Jember Hibah DPPM (Dana Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Hibah hasil kerja sama dengan mitra eksternal Acara resmi dibuka oleh Kepala LP2M, Prof. Dr. Yuli Witono, SP, MP, yang menekankan pentingnya monev sebagai instrumen strategis untuk menjaga mutu riset dan pengabdian. Dalam sambutan lanjutan, Wakil Rektor I, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., juga menyampaikan bahwa monev bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga momentum peningkatan kualitas dan dampak akademik. Selama empat hari pelaksanaan, para penerima hibah memaparkan capaian kegiatan mereka dalam sesi evaluasi langsung di sembilan ruang yang disiapkan. Setiap sesi mencakup presentasi dan tanya jawab selama 15 menit bersama para reviewer internal yang terdiri dari dosen senior, praktisi, dan perwakilan mitra. Hasil monev mencatat bahwa 85% penerima hibah telah mencapai progres di atas 70%, dengan luaran berupa draf artikel ilmiah, prototipe teknologi, dan dokumentasi kegiatan pengabdian. Namun demikian, beberapa kendala juga teridentifikasi, seperti keterlambatan pengadaan bahan penelitian, kendala pelaksanaan lapangan, dan hambatan teknis koordinasi dengan mitra masyarakat. Proses evaluasi mencakup pula verifikasi dokumen laporan kemajuan dan penggunaan anggaran. Sebanyak 90% penerima hibah telah memenuhi batas minimal penggunaan dana (≥60%), dan LP2M memberikan atensi khusus kepada kelompok yang progresnya masih di bawah standar untuk perbaikan lebih lanjut. Monev 2025 juga mencatat tingginya antusiasme para dosen penerima hibah terhadap umpan balik reviewer, yang memberikan rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas publikasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan keberlanjutan program. Selain itu, kegiatan ini memberikan dasar kuat bagi perencanaan skema hibah tahun 2026 agar lebih relevan dan berdampak. Penanggung jawab kegiatan ini adalah drg. Dessy Rachmawati, M.Kes., Ph.D., selaku Koordinator Pusat Pengembangan Penelitian LP2M Universitas Jember. Beliau menyampaikan bahwa hasil monev akan ditindaklanjuti dengan penyusunan berita acara, dan dilanjutkan dengan proses pembinaan untuk kelompok penerima hibah yang masih memerlukan penguatan. Dengan berakhirnya kegiatan Monev ini, LP2M Universitas Jember menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola hibah riset dan pengabdian yang transparan, berkualitas, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Selanjutnya

Penerjunan Mahasiswa KKN 3T DI Raja Ampat dan Halmahera Selatan

   KKN di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (KKN 3T), terdapat dua lokasi yaitu 10 mahasiswa di Raja Ampat dan 10 mahasiswa di Halmahera Selatan. Khusus untuk lokasi KKN di Raja Ampat dan Halmahera Selatan, LPPM UNEJ bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa) melalui program TEKAD, atau Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa di wilayah Indonesia Timur agar mampu berkontribusi pada transformasi dan pertumbuhan inklusif.     Rektor UNEJ, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya secara resmi melepas mahasiswa KKN, menyatakan, setiap program KKN merupakan wujud nyata komitmen Universitas Jember dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.    KKN adalah kesempatan untuk mempelajari keterampilan komunikasi dan jiwa kepekaan sosial, karena hal-hal ini tidak ada bukunya melainkan harus didapat dari pengalaman langsung    Rektor juga berpesan kepada para mahasiswa untuk mencermati lingkungan sekitar, berhati-hati dalam berlalu lintas, menjaga diri, memantau situasi, serta senantiasa menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.    Sebelumnya, Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., MP, melaporkan bahwa sebaran mahasiswa KKN berdasarkan wilayahnya adalah sebanyak 531 mahasiswa di Banyuwangi, 634 mahasiswa di Bondowoso, 291 mahasiswa di Pasuruan, dan 35 mahasiswa di Lamongan.

Selanjutnya

Kampung Zakat Ternak Domba Binaan UNEJ Tasyakkuran dihadiri Bupati

 Empat tahun lalu, BAZNAS dan UNEJ kerja bareng melahirkan Kampung Zakat yang fokus dalam penggemukan domba. Mengapa dinamai Kampung Zakat antara lain maksudnya agar masyarakat yang dilibatkan dalam proyek kerja sama ini nantinya diharapkan akan berkembang dari status penerima zakat (mustahik) diharapkan menjadi muzakki (pembayar zakat). Agar tujuan tersebut bisa tercapai dengan baik maka setelah melalui musyawarah yang intensif diputuskan ditaruh di Desa yang bersatus paling miskin di Kabupaten Bondowoso, yakni Desa Sulek Kecamatan Tlogosari Bondowoso. Gayung bersambut, masyarakat setempat yang dimotori oleh Bapak Kepala Desa Sulek menyambut baik rencana ini dan diperoleh kesepakatan awal bahwa terdapat pembagian tugas dari masing-masing institusi terkait yaitu Baznas Bondowoso menyediakan dana dan Pemerintahan Desa menyediakan kandang, serta UNEJ membantu manajemen dan perawatan dombanya karena di UNEJ telah berdiri Prodi Peternakan yang kala itu bersinergi dengan Prodi Ekonomi Syariah dalam proyek tersebut. Itu cerita empat tahun lalu kala mulai direncanakan proyek Kampung Zakat ini. Pembinaan yang dilakukan UNEJ melalui Halal Center akhirnya membuahkan hasil yang gemilang karena dari awalnya hanya 65 ekor kambing dengan dana awal sebesar 85 juta pada tahun 2021, sekarang telah menjadi 724 ekor domba dengan rincian sebanyak 205 ekor tetap dipelihar oleh peternak, 495 ekor dijual untuk kebutuhan peternak, sementara 18 ekornya mati.  Selain mampu mendatangkan pendapatan petani, terdapat beberapa catatan menarik yang dapat diungkapkan, diantaranya : 1) peternak yang dulunya bekerja di Bali maka tidak lagi kembali ke Bali melainkan lebih fokus menjadi peternak; 2) Awalnya kelompok ini hanya beranggotakan 10 orang sekarang telah menjadi 19 orang sehingga memberikan kesempatan kerja baru bagi masyarakat setempat, 3) Anak muda setempat yang awalnya antipati terhadap peternakan, sekarang berbalik arah mereka menyenangi kegiatan peternakan domba. Itulah sebabnya dalam sambutannya Bupati Bondowoso, Kyai Hamid, mengungkapkan bahwa henaknya proyek ini bisa direplikasi di tempat lain di Bondowosi. “Minta tolong agar UNEJ selalu mengawal kegiatan ini sehingga bisa menjadi penghasil daging dan sekaligus penghasil pupuk organik” pintanya.  Fathorrazi sebagai ketua Halal Center UNEJ merasa gembira karena manfaatnya yang telah menyentuh masyarakat setempat. Dia menyampaikan “luar biasa, bahkan kata peternak, ada yang dulunya sawahnya digadaikan lalu setelah bergabung di Kampung Zakat akhirnya sawahnya bisa ditebus kembali, bahkan ada salah satu peternak yang akhirnya anaknya menjadi Sarjana dibiayai dari terbak dombanya”.  Dalam sambutan arahannya sekali lagi Bupati mengajak Ketua Halal Center untuk tetap membina Kampung Zakat ini dan berharap bisa dilahirkan Kampung-Kampung zakat lainnya di Bondowoso. Semoga.

Selanjutnya

Workshop Mitigasi Ancaman Siber pada Sistem OJS Jurnal: LP2M Dorong Keamanan Sistem Publikasi Ilmiah

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember kembali menyelenggarakan kegiatan strategis dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah. Kegiatan bertajuk“Workshop MitigasiAncaman Siber pada Sistem OJS Jurnal di Lingkungan Universitas Jember: Strategi Keamanan Data dan Server Jurnal”ini berlangsung secara offline di Aula Lantai 2 LP2M pada 25 Juni 2025. Workshop ini diikuti oleh tim tenaga pendidikan sebagai admin server OJS dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Jember. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian LP2M terhadap meningkatnya ancaman siber yang dapat menyerang sistem OJS (Open Journal Systems) yang digunakan oleh mayoritas jurnal ilmiah di Universitas Jember. Pentingnya Kesadaran Keamanan Siber di Kalangan Pengelola Jurnal Sesi pertama menghadirkan nara sumber Indaka Barody S. Kom, yang memaparkan pentingnya menjaga keamanan akun pengguna dalam sistem OJS. Beliau menekankan pentingnya membuat password yang kuat dan aman, serta menyimpannya secara terenkripsi, misalnya melalui layanan Google Password Manager. Indaka juga mendorong pengelola jurnal untu kmelakukan monitoring aktivitas user secara berkala, dan melakukan tindakan cepat apabila terdeteksi aktivitas mencurigakan. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya membackup file dan database OJS secara rutin. Peran Strategis Admin Server dalam Menjaga Kelangsungan Sistem Materi kedua disampaikan oleh Gusti Dwi Santoso, S.Kom yang menjelaskan peran penting admin server dalam menjaga stabilitas dan keamanan sistem OJS dari sis iteknis (back-end). Menurutnya, meskipun tidak berhadapan langsung dengan antarmuka pengguna, admin server berperan penting dalam memastikan sistem OJS berjalan lancar, bias diakses, dan minim gangguan teknis. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi errat antara pengelola jurnal dan tim teknis dalam mengelola ancaman serta memastikan system tetap optimal. Komitmen LP2M dalam Penguatan Sistem Jurnal Melalui workshop ini, LP2M Universitas Jember menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengelola jurnal dalam menghadapi tantangan digitalisasi, terutama yang berkaitan dengan keamanan siber. Dalam sambutannya, Ketua LP2M menekankan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin untuk membangun kesadaran kolektif dan kapasitas teknis pengelola jurnal, serta membangun system publikasi yang lebih tangguh dan terpercaya.

Selanjutnya
Keatas