Kolokium Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M UNEJ 2024

Kolokium Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (UNEJ) merupakan wadah penting bagi akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian serta karya pengabdian. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai forum ilmiah, tetapi juga sebagai sarana pertukaran ide dan pengalaman antara peniliti dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Jember. Salah satu tujuan utama kolokium ini adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh para akademisi di UNEJ. Dengan memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk memaparkan temuan-temuan mereka, kolokium ini mendorong diskusi kritis yang dapat menghasilkan saran serta masukan yang konstruktif. Selain itu, kolokium ini juga menjadi platform bagi penciptaan jejaring antara peneliti dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga menghasilkan kolaborasi yang lebih produktif dalam bidang penelitian dan pengabdian. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, kolokium ini menyoroti pentingnya peran Universitas Jember dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Hasil penelitian yang dipaparkan diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kolokium ini menjadi bagian integral dari upaya UNEJ dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolokium Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UNEJ merupakan inisiatif yang penting dalam mendorong perkembangan penelitian serta pengabdian yang bermutu. Melalui kegiatan ini, UNEJ menunjukkan komitmennya untuk menjadi Universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dalam memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Selanjutnya

UNEJ SHOWCASE 2024

Pameran Universitas Jember (UNEJ) merupakan ajang yang menonjolkan berbagai potensi dan inovasi yang dihasilkan oleh civitas akademika. Dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil penelitian, karya inovatif, serta produk unggulan dari mahasiswa dan dosen, pameran ini berperan penting dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Dalam pameran ini, berbagai bidang ilmu ditampilkan, mulai dari teknologi pertanian, kesehatan, hingga seni dan budaya. Selain sebagai sarana untuk menunjukkan hasil karya, pameran UNEJ juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para profesional dan pengusaha. Melalui komunikasi ini, mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kebutuhan pasar, serta membangun jejaring yang berharga untuk karir mereka di masa depan. Pameran UNEJ bukan sekadar ajang pemameran, tetapi juga merupakan bentuk komitmen Universitas Jember dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui acara ini, UNEJ menunjukkan bahwa pendidikan tinggi berperan sebagai pendorong kemajuan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam menghadapi era globalisasi yang semakin kompetitif, pameran ini menjadi saksi nyata akan potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia.

Selanjutnya

Seminar Nasional Saintek dan Sosial Humaniora Tema:“Peran Sains, Teknologi, dan Seni dalam Mendukung Kinerja Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Emas” dan FGD Forum LPPM Jawa Timur

 Sains fondasi utama dalam pengembangan pengetahuan dan inovasi. Universitas Jember berkomitmen untuk menghasilkan penelitian berkualitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu menciptakan solusi bagi permasalahan masyarakat dan memecahkan tantangan yang dihadapi Indonesia.   Seminar Nasional merupakan bagian rangkaian acara Diesnatalis Universitas Jember ke-60 yang dengan tema “Unej Unggul Menuju Indonesia Emas” Universitas Jember berkomitmen untuk membangun pendidikan yang berkualitas dan merata, guna menciptakan manusia Indonesia yang cerdas, kreatif, unggul, dan berdaya saing. Dengan demikian, Universitas Jember berkontribusi dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, dan berkelanjutan.   Rektor Universitas Jember Dr.Ir. Iwan Taruna,M.Eng.,IPM menyampaikan wacana untuk melaksanakan publikasi bersama dilingkup perguruan tinggi negeri di Jawa Timur dengan tujuan untuk meningkatkan keluaran publikasi di jurnal-jurnal bereputasi dikalangan dosen di perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, publikasi bersama hasil penelitian menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi antara peneliti dari berbagai Universitas Negeri di Jawa Timur tidak hanya memperkaya perspektif dalam penelitian, tetapi juga meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur demikian disampaikan Rektor Universitas Jember dalam sambutannya.   Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. Kepala LP2M Universitas Jember sebagai salah satu narasumber dalam acara seminar nasional ini menyampailkan”Peran Sainteks Bidang Pertanian IndustrialMenuju Indonesia Emas” Kekuatan modal dasar yang dimiliki Indonesia, meliputi: kependudukan, modal manusia, modal sosial budaya, kekayaan alam, dan kekuatan maritim; perkembangan megatren global; dan pencapaian pembangunan periode sebelumnya.   Pertanian Industrial merupakan skala kegiatan pertanian yang berfokus pada intensifikasi selain ekstensifikasi, kontinyuitas atau sustainabilitas, pemanfaatan teknologi, spektrum & jangkauan pemasaran. Pertanian industrial dijalankan dengan 5 (lima) prinsip: (1) nilai tambah tinggi (added value), (2) terintegrasi dalam satu rantai pasok, (3) bertumpu pada sumberdaya domestik, (4) berbasis IPTEKS, dan (5) berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.

Selanjutnya

KeRis KomeDiMas – Stand Up Comedy, 1st Competition Tema: “Setiap riset ada humornya, setiap humor ada risetnya”

Kepada Dosen/Tendik/Mahasiswa di Universitas Jember Dengan hormat, Dalam rangka Dies Natalis Universitas Jember ke-60, LP2M menyelenggarakan Kompetisi Stand Up Comedy pertama yaitu KeRis KomeDiMas – Stand Up Comedy,  1st Competition Tema : “Setiap riset ada humornya, setiap humor ada risetnya”   Saatnya menyalurkan bakat-bakat humoris dengan mendaftar melalui link : https://unej.id/DaftarKerisKomedimas Pendaftaran            : 1-14 November 2024 Technical Meeting   : 19 November 2024 Kategori Lomba     : 1. Peserta Dosen/Tendik/Mahasiswa Universitas Jember         2. Peserta Umum   Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan: Juara 1 : Rp. 2.000.000, Juara 2 : Rp. 1.500.000, Juara 3 : Rp. 1.000.000, Demikian informasi  ini kami sampaikan. Sebarkan informasi ini kepada kolega, mahasiswa maupun kerabat untuk mengekspos humor segar Keris KomeDiMas. Terima kasih.     Kepala LP2M

Selanjutnya

FGD Penyusunan Standard Operating Procedur (SOP) dan Manual Books UPZ Al Hikmah Universitas Jember

  FGD yang dilakukan selama 2 hari,membahas tentang Standard Operating Procedur (SOP) dan Manual Books yang akan dijadikan sebagai buku pegangan atau buku saku bagi warga Universitas Jember. FGD ini dibuka oleh Rektor Universitas Jember Bapak Dr.Ir.Iwan Taruna,M.Eng.IPM. Inti kata sambutannya antara lain memberikan 2 pesan penting yaitu:Pertama,FGD ini harus melahirkan fondasi yang benar tentang aktifitas UPZ karena sekali Masyarakat tidak percaya maka akan sulit dikembalikan; Kedua, filosofi tujuan kegiatannya hendaknya dimulai dari “Dari UNEJ untuk UNEJ”.Artinya sumber pemasukan dari warga UNEJ dan peruntukan atau pendistribusiannya juga untuk warga UNEJ. “Kalau UPZ sudah berkembang maka bisa berubah menjadi Dari UNEJ untuk Masyarakat atau dari UNEJ untuk negeri”. Demikian penjelasan Rektor yang kerap dipanggil Pak Iwan.  Harapan yang senada dikemukakan oleh Prof.Dr.Yuli Witono,S.TP.,M.P. sebagai kepala LP2M UNEJ. “UPZ ini bisa menjadi Lembaga filantropi UNEJ yang besar, karena memiliki beberapa pendukung yang besar seperti Civitas Akademika dan para alumninya yang telah tersebut di seluruh pelosok negeri”. Maka sangat tepat bila memulai kerjanya dengan Menyusun SOP yang benar dan landasan pelaksanaan yang benar pula, imbuhnya.   Seperti dipahami Bersama bahwa susunan Pengurus Unit Pengumpul Zakat Al Hikmah Universitas Jember yang bisa disingkat UPZ Al Hikmah UNEJ, periode 2024-2027 telah definitif sejak tanggal 06 Mei 2024. Sejak keluarnya SK dari Baznas Jember, para pengurus bergerak cepat untuk memulai kerja kerasnya, antara lain dengan berusaha memenuhui persyaratan administrative sampai dengan mengadakan kegiatan FGD karena dari pengurus UPZ sebelumnya belum tampak ada kegiatan permulaan. Sebenarnya UPZ ini telah berdiri sejak tahun 2019 tapi stagnan dan tidak tampak ada kegiatan sebelumnya.   FGD yang dilakukan sejak tanggal 21 dan berakhir 22 Oktober 2024 terkesan hati-hati yang tampak terlihat dari undangan maupun narasumber yang dijadikan pusat informasinya, “Narasumber FGD kali ini adalah Bapak Warek 4, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., dan pengurus Baznas Jember. Hal itu dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang benar sebagai Fondasi bangunan kegiatan yang akan dilakukan oleh UPZ masa depan”. Demikian penjelasan Dr. Moehammad Fathorrazi, M.Si. sebagai pioneer, di sela-sela kesibukannya mengikuti FGD hari selasa lalu.   Semoga hasil FGD ini bisa menjadi petunjuk arah untuk bergerak di masa depan dan menjadi pertimbangan dalam melakukan evaluasi untuk menuju efisiensi. Semoga. Aamiin.

Selanjutnya

SOP Restrukturisasi Kelompok Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (KeRis-DiMas) 2024

  Dinamika perkembangan pendidikan tinggi global telah mengarahkan universitas (perguruan tinggi) di Indonesia untuk mampu berdaya bersaing dan berkompetisi. Pemerintah telah menentukan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk perguruan tinggi sebagai penentu kinerja sekaligus daya saing universitas di dalam negeri. Kedelapan IKU tersebut fokus pada tiga sasaran yaitu, (a) pada mahasiswa dengan ? sasaran, yaitu lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, (b) pada dosen dengan tiga sasaran, yaitu dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di kampus, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapatkan rekognisi internasional, (c) pada program studi (kurikulum) yang terdiri atas program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional.   Selanjutnya, dalam mencapai IKU tersebut Universitas Jember terus berupaya meningkatkan kinerja tri dharma perguruan tinggi, baik dari sisi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam implementasinya, pemerintah telah menetapkan sebuah standar pelaksanaan melalui Permendikbud No.3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIkTI). Permendikbud tersebut telah diubah menjadi Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Khusus dalam bidang penelitian, sejak tahun 2018 melalu SK Rektor No.863/UN25/KL/2018 Universitas Jember (UNEJ) telah mengatur pembentukan Kelompok Riset (KeRis) yang merupakan salah satu upaya lembaga untuk mengimplementasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan mandat UU No. 12 Tahun 2012. Terbentuknya KeRis tersebut diharapkan menjadi sarana untuk lebih meningkatkan tingkat partisipasi dosen dalam pelaksanaan penelitian serta pencapaian luaran penelitian yang lebih terarah dan termonitor. Selanjutnya tahun 2022 telah dilakukan restrukturisasi KeRis berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Jember No 3103/UN25/KL/2022 tentang Standar Operating Prosedur Restrukturisasi Kelompok Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (KeRis-DiMas) Universitas Jember.   Dengan terlembaganya KeRis, sampai saat ini telah terbentuk 357 KeRis yang terdiri dari 241 KeRis level Program Studi (Prodi), 36 KeRis level Fakultas dan 21 KeRis level Universitas. Sejak dilembagakannya, KeRis telah menjadi unit formal terkecil, ujung tombak pelaksana penelitian di UNEJ. Dan ini terbukti dengan peningkatan animo penelitian tidak hanya para dosen tetapi juga mahasiswa yang terintegrasi dengan berbagai kegiatan di KeRis. Selanjutnya berdasarkan restukturisasi tahun 2022, jumlah KeRis-DiMas bertambah menjadi 433 KeRis-DiMas dengan rincian 282 KeRis-DiMas level Prodi /bagian/Jurusan/lab, 105 KeRis-DiMas Level fakultas, dan 46 KeRis-DiMas level universitas.

Selanjutnya

Pengembangan Roadmap Dosen Muda Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Universitas Jember 2024 – Batch II

  Sambutan dari Wakil rektor I Universitas Jember Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. kepada peserta Dosen Muda didalam sambutanya memberikan pencerahan. Tanggung jawab untuk mendidik generasi penerus serta kontribusi dalam penelitian memerlukan dedikasi yang tinggi. Pengalaman dosen muda dalam menjalani proses ini seringkali menjadi landasan yang kuat untuk menjelajahi dunia akademik yang lebih luas,awal perjalanan seorang dosen muda biasanya ditandai dengan adaptasi terhadap lingkungan akademik.   Proses ini melibatkan bukan hanya penguasaan materi ajar, tetapi juga pengembangan kompetensi dalam metodologi penelitian. Dosen muda perlu aktif dalam mengikuti pelatihan dan seminar untuk memperkuat pemahaman mereka terkait tren dan perkembangan terbaru di bidang penelitian. Dengan demikian, mereka dapat mengintegrasikan pengetahuan tersebut ke dalam pengajaran, sekaligus mempersiapkan diri untuk memulai riset yang berkualitas. Capacity Building diikuti sebanyak 79 peserta, 70 orang dari Universitas Jember, 5 orang UPN Veteran Jawa Timur, 2 orang STIKES dr.Soebandi Jember, 1 orang POLTEKKES Jember, 1 orang STIA Pembangunan Jember.   Kepala LP2M Universitas Jember Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. menegaskan didalam sambutannya. Kolaborasi dengan senior atau rekan sejawat sangat krusial dalam membangun pengalaman penelitian. Melalui kerja sama ini, dosen muda tidak hanya mendapatkan bimbingan, tetapi juga peluang untuk terlibat dalam penelitian. Keterlibatan ini memberi mereka pemahaman tentang dinamika penelitian, termasuk proses penulisan artikel ilmiah, penyajian hasil di konferensi, dan penerapan hasil riset di dunia nyata.   Dosen muda juga diharapkan untuk memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik. Mengingat banyaknya tugas yang harus dilakukan, seperti mengajar, meneliti, dan berkontribusi dalam kegiatan akademik lainnya, kemampuan untuk mengatur prioritas akan sangat menentukan efektifitas karir mereka. Menghadapi berbagai tantangan, ketekunan dan komitmen adalah kunci keberhasilan. Dosen muda harus memiliki semangat yang tangguh untuk terus belajar dan meningkatkan diri baik dalam aspek pengajaran maupun penelitian. Dengan landasan ini, mereka tidak hanya akan menjadi dosen yang berkompeten, tetapi juga peneliti yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.  Prof.M. Rondhi,S.P.,MP.,Ph.D Sekretaris I LP2M Universitas Jember. Memaparkan Rumah Jurnal Universitas Jember untuk, Mengelola publikasi akademis dan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, Meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi jurnal yang dihasilkan oleh dosen di Universitas Jember, Menyediakan akses terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hasil penelitian terbaru.  Rumah Jurnal juga berperan dalam mempercepat proses publikasi. Dengan sistem yang lebih efisien dan transparan, peneliti dapat mengajukan karya mereka untuk diterbitkan,sehingga meningkatkan kualitas hasil penelitian.   Universitas Jember berkomitmen untuk meningkatkan kualitas, relevansi, dan dampak dari kegiatan riset serta pengabdian masyarakat, sejalan dengan visi menciptakan World Class University. Kelompok Riset (KeRis) di UNEJ merupakan wadah kolaboratif bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset dengan fokus tertentu. Untuk memperkuat dilakukan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan riset, metodologi, dan analisis data, fasilitas yang memadai, seperti laboratorium dan akses ke sumber data, untuk mendukung kegiatan riset, Penyediaan dana riset yang bersumber dari universitas maupun kerjasama dengan pihak luar.   Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran peneliti menjadi sangat krusial dalam menghasilkan pengetahuan baru dan solusi terhadap berbagai permasalahan. Menjadi peneliti yang profesional sesuai dengan bidang ilmu yang dipahami adalah suatu pencapaian yang tidak hanya memerlukan kemampuan akademis, tetapi juga komitmen dan etika kerja yang tinggi.   Langkah pertama menuju profesionalisme dalam penelitian adalah pemahaman yang mendalam terhadap bidang ilmu yang ditekuni. Peneliti harus memiliki keterampilan analitis dan metodologi yang kuat, serta kemampuan untuk menginterpretasikan data dengan tepat. Sebagai contoh, seorang peneliti di bidang ilmu komputer tidak hanya memahami konsep dasar komputer, tetapi juga perkembangan teknologi ilmu komputer terbaru yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.   Selanjutnya, kolaborasi dengan rekan sejawat dan komunitas ilmiah lainnya sangat penting. Jaringan profesional yang luas dapat membuka kesempatan untuk bertukar ide, serta memberikan akses terhadap sumber daya dan fasilitas penelitian yang lebih baik. Berpartisipasi dalam konferensi dan seminar juga akan meningkatkan visibility dan kredibilitas peneliti di mata kolega dan industri.   Etika penelitian merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan. Seorang peneliti profesional harus mematuhi standar etika yang tinggi, termasuk kejujuran dalam penyampaian data, penghindaran plagiarisme, dan perlakuan adil terhadap partisipan penelitian. Integritas dalam penelitian akan membangun kepercayaan dari masyarakat dan komunitas ilmiah.

Selanjutnya

Tingkatkan Peran Fortifikasi Pada Pangan Nasional, UNEJ Gelar Seminar dan Workshop “Kebijakan Hilirisasi dan Peran Pemerintah dalam Menumbuhkan Pasar Beras Fortifikasi”

  Rektor Universitas Jember Dr.Ir.Iwan Taruna,M.Eng.IPM. Memberikan sambutan pembukaan Seminar Kebijakan Hilirisasi dan Peran Pemerintah dalam Menumbuhkan Pasar Beras Fortifikasi,Universitas Jember memiliki peran penting dalam pengembangan, dan implementasi Fortifikasi beras di Indonesia. Melalui kegiatan penelitian, pelatihan dan kerjasama pengembangan program fortifikasi beras dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.   Peran utama perguruan tinggi dalam fortifikasi beras,khususnya Fakultas Teknologi Pertanian berperan dalam riset dan inovasi teknologi untuk fortifikasi beras.Pengembangan teknologi pengolahan beras yang menjaga stabilitas mikronutrien selama proses penggilingan, distribusi, dan penyimpanan. Penelitian bioavailabilitas mikronutrien, yang memastikan bahwa mikronutrien yang ditambahkan dapat diserap dengan baik oleh tubuh setelah beras dikonsumsi. Rektor Universitas Jember Dr.Ir.Iwan Taruna,M.Eng.IPM.(Tengah)   Kepala LP2M Universitas Jember Prof.Dr.Yuli Witono,S.TP.,M.P. dalam sambutanya menyampaikan tentang pentingnya fortifikasi pangan dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat. Seminar dan Workshop fortisifikasi pangan menjadi forum bagi para ahli, peneliti, dan praktisi untuk berbagi pengalaman dan penelitian terbaru di bidang fortifikasi pangan. Prof.Dr.Yuli Witono,S.TP.,M.P. menyampaikan terimakasih kepada Rektor Universitas Jember, Pengurus Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) dan mitra atas terselenggaranya Seminar dan Workshop “Kebijakan Hilirisasi dan Peran Pemerintah dalam Menumbuhkan Pasar Beras Fortifikasi” Kepala LP2M Universitas Jember Prof.Dr.Yuli Witono,S.TP.,M.P. Seminar dan Workshop “Kebijakan Hilirisasi dan Peran Pemerintah dalam Menumbuhkan Pasar Beras Fortifikasi”. Sebagai moderator Dr.Luh Putu Suciati,SP,M.Si.(Universitas Jember) dan pembicara Prof.Dr.Ir. Tejasari,M.Sc.(Universitas Jember), Mr.Joris Van Hees (Head Of Nutrition at WFP Indonesia), Yusra Egayanti,SSi,Apt,MP(Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan). Nana Fadjar Prijantoro S.H.,M.Si (Kepala Bakorwil V Jember). Prof.M. Rondhi, S.P., MP., Ph.D. & Dr.Luh Putu Suciati,SP,M.Si Mr.Joris Van Hees (Head Of Nutrition at WFP Indonesia) Prof.Dr.Ir.Tejasari,M.Sc. menyampaikan tentang konsep fortifikasi pangan, Fortifikasi atau pengayaan gizi yang bermakna proses penambahan fortifikan, biasanya zat gizi mikro ke dalam pangan dalam jumlah yang diperhitungkan untuk maksud tertentu, termasuk meningkatkan nilai gizi pangan untuk memperbaiki mutu pangan. Biofortifikasi atau proses meningkatkan konsentrasi ketersediaan elemen esensial pada tanaman pangan melalui teknik pemuliaan konvensional maupun bioteknologi modern,Tanaman pangan hasil biofortifikasi Fe dan Zn: beras (Oryza sativa), gandum (Triticum aesticum), jagung (Zea mays), buncis (Phaseolus vulgaris) dan singkong (Manihot esculenta) Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Perumusan Standar Keamanan dan Mutu PanganBadan Pangan Nasional, Yusra Egayanti, S.Si., Apt., M.P menyampaikan tentang standar beras fortifikasi, Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan tambahan nutrisi penting seperti zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin lainnya yang dibutuhkan untuk mencegah kekurangan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Penerapan fortifikasi pada beras merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah kekurangan gizi mikro (mikronutrien) di masyarakat.

Selanjutnya

Panduan Usulan Insentif Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi dan Jurnal Nasional Terakreditasi Universitas Jember

KATA PENGANTAR  Kami mengucapkan puji syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dengan selesainya penulisan panduan usulan insentif publikasi jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi. Keberadaan pedoman ini sangat penting, utamanya bagi tim pengelola bantuan maupun bagi civitas akademika Universitas Jember yang akan mengusulkan bantuan karya ilmiah dalam bentuk publikasi buku dan jurnal, serta bantuan biaya seminar internasional. Sebagai penanggung jawab pengelola insentif, kami menyampaikan banyak terimakasih kepada tim pusat publikasi dan desiminasi LP2M yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan pedoman ini. Pedoman insentif publikasi jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai tatacara pengusulan insentif, persyaratan pengusul insentif, serta persyaratan artikel yang boleh diusulkan. Dengan kebijakan pemberian bantuan insentif publikasi jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi kepada civitas akademika UNEJ, diharapkan adanya peningkatan kinerja publikasi Universitas Jember, baikdari sisi kuantitas maupun kualitas, dan adanya peningkatan kerjasama bidang penelitian, publikasi, serta pendidikan, antara Universitas Jember dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga lain ternama di tingkat internasional. Isi dari pedoman ini tentunya masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami berharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun dari civitas akademika Universitas Jember untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.                                                                      

Selanjutnya

Ruang Terbuka Hijau (RTH), Jadi Isu Utama UNEJ dalam Focus Group Discussion (FGD), Sebagai Implementasi Green Campus di Kawasan Pendidikan UNEJ

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan kampus Universitas Jember menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan ruang belajar yang kondusif dan ramah lingkungan bagi civitas akademika. Kampus memiliki empat fungsi utama, yaitu ekologis, sosial, budaya, dan estetika, yang dapat dikombinasikan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global. Universitas Jember terus berupaya mengimplementasikan konsep Green Campus yang mengutamakan penyediaan dan pemanfaatan RTH di kawasan pendidikan. RTH di kampus berfungsi sebagai ruang ekologis yang dapat menjaga keseimbangan lingkungan antara gedung-gedung dan area hijau. Selain itu, RTH juga mendukung aktivitas sosial mahasiswa serta menjadi sarana pembelajaran di luar kelas. Kampus berperan sebagai ruang publik bagi pertukaran informasi keilmuan, baik antar civitas akademika maupun dengan masyarakat luas. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan dengan tajuk “Ruang Terbuka Hijau Kawasan Pendidikan Universitas Jember” pada tanggal 2-3 Oktober 2024 di Aula LP2M Universitas Jember, melibatkan para pengambil kebijakan, yang terdiri dari 15 jajaran Wakil Dekan II di lingkungan Universitas Jember, Koordinator Kampus Bondowoso, dan Bagian Perencanaan Universitas Jember. salah satu pemateri FGD RTH, Nisaa Siti Humaira, S.T., M.Sc., dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menuturkan fungsi RTH yang tidak hanya sebagai estetika atau rekreasi, namun juga pendukung kegiatan akademik, sosial dan ekologis kampus. “Perguruan tinggi dapat mengadopsi paradigma baru dalam pengelolaan RTH sebagai bagian integral dari lingkungan pendidikan. RTH tidak lagi hanya dipandang sebagai elemen estetika atau tempat rekreasi, tetapi telah menjadi komponen penting dalam mendukung kegiatan akademik, sosial, dan ekologis di kampus. Paradigma ini menekankan pemanfaatan RTH sebagai ruang belajar interdisipliner, tempat interaksi sosial, serta sebagai strategi untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan kampus” ujar Nisaa. Selaras dengan hal itu Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan Universitas Jember, tujuan FGD RTH di UNEJ memiliki tujuan untuk mendapatkan analisis mengenai konsep penataan RTH di UNEJ itu sendiri. “FGD Ruang Terbuka Hijau kawasan pendidikan Universitas Jember ini bertujuan menganalisis ketersediaan dan kebutuhan RTH di Universitas Jember, sehingga diperoleh rekomendasi konsep penataan RTH untuk kawasan pendidikan Universitas Jember,” tegas Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes. Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. selaku Sekretaris III LP2M Universitas Jember menambahkan, berharap FGD RTH bisa memberikan rekomendasi konsep RTH untuk mendukung kegiatan akademik dan menjaga kesemimbangan di lingkungan kampus. “Analisis ini bertujuan menyediakan data yang diperlukan dalam pengembangan master plan Universitas Jember. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai konsep penataan RTH yang ideal untuk mendukung kegiatan akademik dan menjaga keseimbangan lingkungan kampus.” Tuturnya. Ketua Tim Lingkungan Hidup Universitas Jember, Tri Ratnasari,S.Si.,M.S, memaparkan potensi ekologi yang ada di UNEJ, yang perlu dikembangakan pada masing-masing unit di lingkungan UNEJ dalam konsep RTH, dengan pendekatan berkelanjutan beryoa penggunaan teknologi ramah lingkungan. “Ruang Terbuka Hijau yang dimiliki UNEJ sebanyak 9905 tanaman hutan, 17677 tanaman hias dan 332 tanaman hias khusus anggrek serta 40 jenis burung. Oleh karena itu rencana pengembangan RTH UNEJ berupa pembuatan peta perencanaan pengembangan RTH UNEJ dibuat agar sejalan dengan pengembangan pembangunan pada masing-masing unit kerja di lingkungan UNEJ. Desain dan konsep pengembangan RTH disiapkan sebagai taman rekreasi, dengan pendekatan berkelanjutan berupa penggunaan teknologi ramah lingkungan,” jelas Tri. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNEJ Prof. Dr. Yuli Witono, S.T.P.,MP menegaskan komitmen UNEJ dalam RTH yang merupakan implementasi dari visi-misi UNEJ yang menekankan pada langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan dan meningkatkan kualitas hidup seluruh civitas akademika serta masyarakat sekitar. “Universitas Jember berkomitmen penuh dalam menciptakan dan mengembangkan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari implementasi visi dan misi kami. Kami berupaya untuk mewujudkan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, di mana RTH tidak hanya berfungsi sebagai ruang estetika, tetapi juga sebagai tempat belajar, interaksi sosial, dan pelestarian lingkungan. Ini adalah langkah strategis kami dalam mendukung keberlanjutan dan meningkatkan kualitas hidup seluruh civitas akademika serta masyarakat sekitar” pungas Prof. Yuli. https://www.jatimsatunews.com/2024/10/jember-jatimsatunews.html

Selanjutnya
Keatas