UNEJ Luncurkan Sekolah Sadar Lingkungan di PKBM Miftahun Najah Banyuwangi

Jember (ANTARA) – Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LP2M Universitas Jember (Unej) meluncurkan sekolah sadar lingkungan dengan tema “Gerakan Aksi Pentaheliks Sekolah Lingkungan” di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahun Najah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.  Menurutnya pendidikan lingkungan sangat berpotensi memberi peran langsung dalam penanaman kecintaan akan lestarinya lingkungan hidup dan dalam rangka meminimalisasi akibat yang ditimbulkan oleh global warming diperlukan pemikiran bersama dengan berbagai pihak. Sementara Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unej Yuli Witono mengatakan sekolah sadar lingkungan adalah gerakan dari Unej untuk Indonesia bahkan untuk dunia bukan hanya bersifat lokal. Ia mengatakan Sekolah Sadar Lingkungan yang dilaksanakan oleh Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember berperan penting untuk role model dalam menghadapi krisis lingkungan. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian DLH Kabupaten Banyuwangi Rudianto yang mengatakan bahwa pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim sebagai dampak emisi gas rumah kaca yang merupakan investasi perilaku masyarakat.© ANTARA 2024

Selanjutnya

LP2M Universitas Jember Melakukan Kerjasama Dengan Holding BUMN Di Bidang Gula

Tanaman tebu merupakan satu-satunya sumber produksi gula di Indonesia. Sayangnya, budidaya tebu dan produksi gula Indonesia mengalami berbagai macam masalah dan hambatan. Produksi gula akhir-akhir ini belum mencapai masa puncak kembali seperti tahun 1930 an. Salah satu indikasi mencolok adanya permasalah di indusyri gula adalah kecenderungan volume import gula yang terus bertambah di beberapa tahun belakanagn. Sebagai salah satu universitas bertitik fokus pada pertanian dan agroindustry, Universitas Jember melalui LP2M terus membangun kerjasama dengan semua pihak untuk mengembalikan kejayaan pertanian dan agroindustri. Salah satu kerjasama yang baru saja di lakukan penandatangan adalah dengan PTPN BUMN Holding. Penandatangan kerjasama dilaukan di Auditorium Universitas Jember pada tanggal 3 Juni 2024. Kerjasama ini meliputi eluruh bidang untuk mengembalikan kejayaan industry gula.  Dalam sambutannya, Kepala LP2M Universitas Jember menyatakan LP2M UNEJ. Prof. Yuli Witono, Menyatakan LP2M Universitas Jember sangat siap untuk mendukung dari segi manapun yang dibutuhkan pemerintah untuk mencapai swasembada gula secepat mungkin. Telah banyak riset dan inovasi di bidang tebu yang dihasilkan oleh peneliti-peneliti unggul Universitas Jember yang beberapa diantaranya telah  siap digunakan oleh industri. Ditambahkan oleh direktur Utama PTPN III persero, Bapak Dr. Mohammad Abdul Ghani, dalam sesi seminar menyatakan PTPN Bidang gula sangat membutuhkan inovasi-inovasi dari Universitas seperti Universitas Jember. Keterlibatan kaum muda seperti mahasiswa juga sangat dibutuhkan bagi Holding, baik dari segi keterlibatan langsung sebagai petani tebu maupun inovasi-inovasi yang lain yang mendukung swasembada tebu. Penghasilkan petani tebu di Industri gula masih cukup menjanjikan untuk kaum muda jika dilakukan pengelolaan yang baik.  Rektor Universitas Jember, Bapak Iwan Taruna, Ph.D dalam sambutannya menyatakan jika kerjasama ini sangat sesuai dengan visi Universitas Jember. Kerjasama ini betul betul harus ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak yang bersifat Mutual benefit. Diharapkan Semua pihak di Universitas Jember perlu terlibat dalam kerjasama ini dan diharapkan MOU ini tidak menjadi Sleaping MOU, Pungkasnya

Selanjutnya

Gelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024, LP2M Unej Berharap Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember (Unej)  berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember laksanakan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2024 pada Selasa, (28/05/2024) pukul 08.00 WIB.Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mampu mengelola ancaman dari bencana yang kerap/berpotensi terjadi di lingkungannya.Setelah apel di gelar, peserta peserta melanjutkan kegiatannya dengan Susur Jalur Evakuasi Tsunami tepatnya pada pukul 10.00 WIB.Kegiatan apel tersebut mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi karena dalam pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., MP Dr. Ali Basrudin, SS, MA Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M-UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., mengatakan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat demi terciptanya lndonesia Tangguh Bencana.“Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana menjadi momentum membangun budaya sadar bencana dimana masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri secara rutin. Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2024 mengangkat tema ‘Siap Untuk Selamat’ dengan subtema ‘Indonesia Tangguh Indonesia Hebat’,” ungkapnya pada Selasa (28/05).Sementara itu, Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. selaku Wakil Ketua III LP2M Universitas Jember, menyebut jika tren bencana di Indonesia mengalami peningkatan sehingga peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dirasa penting untuk menguatkan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana alam.“Tren bencana ke depan cenderung meningkat, di antaranya 92% adalah bencana hidrometeorologi.  Berdasarkan data dari Geoportal BNPB, selama periode Januari-April 2024 Indonesia dilanda 629 bencana. Bencana banjir menjadi bencana yang paling banyak terjadi, yakni sebanyak 408 kejadian di seluruh Indonesia,” terangnya.Hal serupa juga ditegaskan oleh Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, yang memperingatkan bahwa bencana tidak bisa ditanggulangi sendiri oleh pemerintah, namun harus pula didukung oleh seluruh komponen masyarakat.“Harapannya dengan upaya Edukasi Kebencanaan ini, semua pihak menjadi peduli terhadap kemungkinan terjadinya bencana sehingga mitigasi bencana dan pencegahan bencana dapat dilakukan secara bersinergi antara semua pihak,” pungkas Prof. Yuli.Terakhir, kepala LP2M itu mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Kesiapsiagaan Bencana sebagai momentum yang tepat membangun kesadaran terhadap potensi bencana yang terjadi di sekitarnya sehingga senantiasa siaga dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja.“Mari Siap siaga terhadap Bencana demi Keselamatan Diri Sendiri dan Orang Tercinta!” tutupnya.

Selanjutnya

Menggagas KKN Bersama Bhakti Inklusi Di Kupang

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inklusi adalah program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia, dengan fokus pada inklusivitas. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam bekerja dengan komunitas yang beragam, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Tujuan KKN Inklusi Mengembangkan Kesadaran Sosial: Mahasiswa diharapkan memahami dan mengapresiasi keragaman masyarakat serta pentingnya inklusivitas. Meningkatkan Kapasitas Mahasiswa: Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bekerja dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk yang rentan dan terpinggirkan. Memberikan Kontribusi Positif: Melalui interaksi langsung, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan komunitas setempat. Mendorong Partisipasi Masyarakat: Mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan yang inklusif. Pendidikan dan Pelatihan: Mahasiswa memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota masyarakat mengenai berbagai keterampilan, termasuk literasi, kesehatan, dan keterampilan kerja. Pengembangan Infrastruktur: Pembangunan fasilitas yang mendukung kebutuhan komunitas, seperti aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.Kegiatan Sosial: Penyelenggaraan kegiatan sosial yang mempromosikan inklusi dan kebersamaan, seperti olahraga inklusif atau festival budaya.Pendampingan: Memberikan pendampingan khusus kepada individu atau kelompok yang membutuhkan, misalnya anak-anak berkebutuhan khusus atau orang tua tunggal.   Manfaat KKN Inklusi Bagi Mahasiswa: Meningkatkan empati, keterampilan interpersonal, dan pengalaman praktis dalam bekerja di masyarakat. Bagi Komunitas: Meningkatkan kualitas hidup melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta memperkuat jaringan sosial dan solidaritas. Bagi Perguruan Tinggi: Memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat dan memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan program KKN Inklusi, diharapkan terwujud masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis, di mana setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau kondisi, dapat berpartisipasi dan berkontribusi secara penuh.

Selanjutnya

Strategi Sukses Mendapatkan Pendanaan Riset Kolaborasi Internasional

  Universitas  Jember melalui Pusat  Pengembangan Penelitian (Pusbanglit) LP2M sukses menyelenggarakan Innovation Talk Series edisi kesepuluh(INTAS #10) dengan tema “How to Successfully  Secure Collaborative International Research Funding” pada Selasa, 30 April 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr.YuliWitono, S.TP., M.P., selaku Kepala LP2M Universitas Jember, di Aula Lantai 2 LP2M Universitas Jember. Acara ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, antara lain dua pakar dari Jerman Prof. Dr.ThiruVelavan dan Dr. Alexa Purgreth dari Universitätsklinikum Tübingen, dan juga  Prof. Dr.rer. nat. Kartika Senjarini dari Universitas Jember. INTAS seri ke-10 ini dikhususkan untuk 76 penelitidi UNEJ yang memperoleh hibah Kerjasama Internasional, dan kelompok riset-pengadian kepada masyarakat (KeRis-DiMas) kategori unggul. INTAS #10 tersebut juga menghadirkan pembahas internasional yang berasal dari Jerman, Vietnam, dan Zambia. Prof.Dr.Thiru Velavan dalam sesinya menyampaikan strategi  penting untuk membangun kerjasama riset internasional. Menurutnya, kunci dari kerjasama yang sukses adalah pendekatan 3C: Cooperation, Coordination, dan Collaboration. Dia menekankan pentingnya membangun jaringan melalui seminar, workshop, platform online seperti LinkedIn dan ResearchGate, serta kolaborasi dalam proyekkecil. Prof. Velavan juga menyebutkan beberapa proyek kolaborasi internasional yang didukung oleh organisasi seperti DAAD dan PANDORA, dengan cakupan negara seperti Vietnam, India, Zambia, Nigeria, dan negara-negara ASEAN. Selanjutnya,Dr.AlexaPurgreth mengulas manajemen proyek internasional.  Dia menjelaskan pentingnya mendefinisikan tujuan proyek, implementasi, tugas, milestone, serta menjaga komunikasi dengan mitra. MenurutDr. Alexa, tantangan dalam membangun tim internasional antara lain adalah perbedaan budaya, bahasa, waktu, hukum, hingga standard biaya. Ia juga menyebutkan proyek yang iatangani, PAN ASEAN Coalition for Epidemic and Outbreak Preparedness(PACE UP), yang melibatkan 30 mitra di bidangkesehatan. Kriteria proposal grant yang sukses, menurutnya, harus mengikuti prinsip SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time Bound) Prof. Dr.rer. nat. Kartika  Senjarini dari  Universitas Jember menekankan pentingnya kemitraan yang berkelanjutan dalam proyek-proyek internasional. Beliau menggaris bawahi kerjasama Universitas Jember dengan DAAD dan organisasi lainnya, termasuk proyek  yang  fokus pada penelitian nyamuk. Prof. Kartika menekankan pentingnya determinasi, komunikasi, dan keberlanjutan untuk sukses dalam mendapatkan hibah riset internasional. Pembahas lainnya, termasuk Dr. Jhon Tembo dari Zambia, menceritakan upaya riset  di Afrika melalui proyek PACE UP dan berbagai kolaborasi untuk meneliti masalah kesehatan. Dr. Bui Tien Sy berbagi pengalaman saat ia masih muda, bekerja pada proyek kecil dan belajar menulis proposal untuk mendapatkan grant.Dr.Wolfgang juga menyampaikan bahwa telah melakukan Kerjasama dengan beberapa negara dalam beberapa konsorsium di beberapa negara di Afrika dan Asia, dan melakukan beberapa meeting untuk mendukung kegiatan project kolaborasi.Selain itu, Dr. Nguyen Trong The berbagipengalaman memulai proyek kecil di rumah sakit di Vietnam sebelum akhirnya bekerjasama dengan Prof. Velavan pada proyek yang lebih besar. Innovation Talk Series edisi kesepuluh ini member wawasan mendalam bagi peneliti dan akademisi tentang bagaimana mengamankan pendanaan riset internasional. Beberapa peserta antusias untuk meningkatkan kolaborasi internasional dengan bertanya pada sesi tersebut, diantaranya Dr. Mohammad Rondhi, Dr.Idah Andriyani, STP, M.T; Dr. Bevo Wahono; Dr. AsmakAfriliana; Prof. Yuli Witono. Dengan berbagi pengalaman dan strategi dari para ahli, acara ini diharapkan mendorongkolaborasi riset internasional yang lebih luas dan efektif. Acara ditutup oleh Dr. M. Rondhi selaku sekertaris bidangp enelitian UNEJ dengan harapan agar semangat dan portofolio peneliti UNEJ di level internasional semakin meningkat  pada masa yang akan datang. 

Selanjutnya

Satu Bumi, Satu Kesempatan untuk Peduli dan Bertindak

   Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2024, Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember menyelenggarakan Edukasi Siaga Bencana dan Konservasi Pantai Watu Ulo pada Selasa, 30 April 2024 dengan tema Satu Bumi, Satu Kesempatan untuk Peduli dan Bertindak. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Pusat Lingkungan Hidup dan kebencanaan LP2M dengan BPBD Kabupaten Jember dan lima perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Jember, yaitu Universitas Soeruji, STIAP, UIJ, ITS Mandala, dan UNIPAR.  Dalam memperingati Hari Bumi yang dipusatkan di Pantai Watu Ulo ini dilakukan dua kegiatan besar, yaitu penanaman bibit cemara laut di pesisir Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur dan Edukasi Kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak LP2M Universitas Jember, perwakilan lima perguruan tinggi kolaborasi, BPBD Kabupaten Jember, Dinas Pariwisata, Bakorwil V, Muspika Kecamatan Ambulu, Kades Sumberejo, guru dan siswa SDN Sumberejo 6, guru dan siswa SDN Sumberejo 9, KSB/Destana/Tagana Desa Sumberejo, dan PPNI. Secara keseluruhan peserta Edukasi Siaga Bencana dan Konservasi Pantai Watu Ulo ini mencapai 350 orang. Dalam kegiatan penanaman pohon ini semua peserta menanam bibit pohon cemara laut. Siswa-siswa SD pun turut menanam bibit cemara udang dalam lubang yang sebelumnya telah disiapkan oleh tim KSB Dusun Sumberejo.dengan didampingi oleh para mahasiswa.   Sementara itu kegiatan Edukasi Kebencanaan yang melibatkan siswa-siswa kelas 4 dan kelas 5 dari SDN Sumberejo 6 dan SDN Sumberejo 9 yang lokasi sekolahnya berdekatan dengan Pantai Watu Ulo. Dalam pelaksanan edukasi kebencanaan ini para siswa langsung didampingi oleh tim dari Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M beserta BPBD Kabupaten Jember. Kegiatan edukasi kebencaan ini terdiri atas edukasi tentang kebencaan dan game mencari harta karun. Dalam edukasi kebencanaan, para siswa dijelaskan tentang bencana gempa dan tsunami. Dua edukasi ini penting disampaikan mengingat lokasi tinggal mereka yang berdekatan dengan pantai. Adapun game dalam kegiatan ini adalah game mencari harta karun. Harta karun yang dicari adalah sampah-sampah plastik yang ada di sekitar pantai. Kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah plastik terbanyak menjadi pemenangnya dan mereka mendapat doorprize dari LP2M.    Dalam memperingati Hari Bumi 2024 ini, Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M-UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., menyatakan upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam, konservasi sumber daya, serta perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan untuk generasi mendatang sangatlah penting. “Peran masyarakat dalam menjaga bumi agar tetap lestari sangatlah penting. Masyarakat dapat berperan aktif dengan melakukan hal-hal sederhana mulai dari pengurangan penggunaan plastik,penanaman pohon, penghematan energi, pengurangan sampah, dan mendukung kebijakan ramah lingkungan. Dengan berperan aktif, masyarakat dapat secara nyata membantu menjaga keberlanjutan bumi dan meningkatkan kualitas hidup bersama,” ucapnya. Oleh karena itu, Banu mengajak meningkatkan kepedulian terhadap bumi tercinta dengan suatu aksi nyata. “Jangan jadikan hari bumi sekedar ajang berkumpul dan mencemaskan kondisi bumi namun tanpa tindakan nyata untuk menjaga, merawat, dan menyelamatkan bumi. Kelestarian bumi bukanlah tanggungjawab perorangan namun kelestarian bumi menjadi tanggungjawab semua pihak yang hidup di bumi tanpa terkecuali. Oleh karena itu kesadaran akan pentingnya kelestarian bumi perlu ditanamkan pada diri masing-masing individu sedini mungkin dan secara berkesinambungan.” Hal serupa ditegaskan Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)., lestarinya bumi bergantung bagaimana konsen dan perhatian bersama, bukan hanya untuk hari ini tapi untuk generasi yang akan datang. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi masa lalu dan masa depan kita dan generasi yang akan datang. Di Peringatan Hari Bumi 2024 ini mari kita tidak hanya rayakan dan peringati tapi juga kita rawat dengan langkah-langkah kecil yang menjadi kontribusi berarti bagi kelestarian bumi,” tegasnya. Kaban BPBD Kabupaten Jember, Widodo, juga menyatakan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini dan berkomitmen untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan. https://jatim.beritabaru.co/satu-bumi-satu-kesempatan-untuk-peduli-dan-bertindak/

Selanjutnya
Keatas