Panduan Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember 2024

SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS JEMBER Assalamu’alaikum warohmatullohi wabaraokatuh, Salam sejahtera bagi kita semua          Pertama, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat karunia yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga Buku Panduan Pelaksanaan Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) Tahun 2024 dapat diterbitkan. Peluncuran buku panduan ini sejalan dengan harapan kita untuk meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan Visi UNEJ yaitu: “Menjadi universitas unggul dalampengembangan sains, teknologi dan seni berwawasan lingkungan, bisnis dan pertanian industrial”. Selain itu, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bersumber dana hibah internal ini diarahkan untuk pencapaian standar nasional penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.Kita sangat mengharapkan aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersumber dana hibah internal dapat mengakselerasi pencapaian kinerja UNEJ dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan segala macam bentuk luaran dari kedua kegiatan tersebut. Karena itu,melalui satuan unit kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) telah dilakukan upaya secara berkesinambungan untuk meningkatkan mutu dan kuantitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar lebih berguna bagi kesejahteraan masyarakat dan menunjang pencapaian pembangunan nasional. Pengaturan aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut telah difasilitasi oleh sistem terintegrasi yang dikenal dengan nama SIAKAD, sehingga kinerja dosen UNEJ dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat direkam dengan baik secara komprehensif. Pembinaan para peneliti UNEJ saat ini telah dilakukan melalui wadah Kelompok Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (KeRis-DiMas) yang bersifat monodisiplin hingga multi-disiplin, baik di level program studi, fakultas maupun universitas. Dalam pelaksanaan kegiatannya, setiap KeRis-DiMas wajib memenuhi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan berdasarkan standar dan pedoman riset yang telah ditetapkan. Peneliti baik secara individu maupun kelompok di dalam Keris dituntut untuk mengembangkan budaya ilmiah melalui berbagai kegiatan ilmiah di lingkungan kampus seperti: Focus Group Discussion (FGD), kerjasama antar peneliti dari berbagai level keris, diseminasi hasil riset melalui kolokium di LP2M UNEJ. Hasil akhir yang lebih utama kita harapkan dari rangkaian kegiatan ilmiah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah pengintegrasian hasilnya dalam proses pembelajaran. Terbitnya Buku Panduan Pelaksanaan Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024 ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas dosen UNEJ dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian Kepada  Masyarakat (RIPP) UNEJ. Produktivitas tersebut diukur berbasis luaran-luaran  yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat seperti publikasi artikel ilmiah di jurnal, buku ajar/teks ber ISBN, hak kekayaan  intelektual (HKI, paten, prototipe, hak cipta dll) dan luaran penelitian dan  pengabdian kepada masyarakat lainnya. Disamping itu, UNEJ juga akan selalu mendorong hasil-hasil penelitian ditransformasikan menjadi inovasi dengan melakukan hilirisasi dan komersialisasi melalui kerja sama baik dengan mitra industri maupun pemerintah daerah dalam rangka upaya berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan dan membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Akhirnya, terima kasih kepada tim penyusun yang telah berkenan mengorbankan waktu, memberikan perhatian, dan sumber dayanya untuk mendukung penuh terbitnya buku panduan ini. Kita sangat berharap bahwa Buku Panduan Pelaksanaan Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) tahun 2024 ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi civitas akademika UNEJ, sehingga dapat menjadi faktor pendorong terwujudnya UNEJ sebagai perguruan tinggi yang memiliki daya saing penelitian dan inovasi pada level nasional maupun internasional. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Selanjutnya

Workshop Peningkatan Rekognisi Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Updating Database SINTA Tahun 2024

Kegiatan Workshop Peningkatan Rekognisi Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Updating Database SINTA Tahun 2024 dibuka Wakil Rektor I Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D.  Kegiatan Update Data Sinta Universitas Jember. Beliau menyampaikan bahwa, Updating Data Sinta ini dilakukan secara reguler untuk memberikan informasi up to date terkait kinerja Penelitian dan Pengabdian dosen Universitas Jember. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarkata (LP2M) Universitas Jember sebagai fasilitator dalam kegiatan ini karena semua kegiatan Penelitian, Pengabdian dan Kerjasama Dosen Universitas Jember.  Materi kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini terdiri dari "Profil Sinta dalam Peningkatan Kinerja Program Studi" yang disampaikan oleh DR. Wahyu Agus Winarno,SE.,MSc.,Ak.  "Updating Database Dosen Berbasis Scopus" oleh Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D.  "Updating Database Dosen Berbasis Web of Science" (WOS) oleh Ir. Khairul Anam S.T.,M.T.,Ph.D.,IPM, ASEAN Eng,  Dalam kegiatan Peningkatan Rekognisi kinerja  Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP. menggaris bawahi terkait pentingnya environment Universitas dalam menunjang budaya menulis. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Data dan Informasi LP2M, Operator Sinta Universitas dan Operator pendamping masing-masing Fakultas. (Hr/Tp)            

Selanjutnya

Launching Program KOBER DESA, LP2M UNEJ Gandeng 4 Kabupaten

Dalam rangka mengoptimalkan peran desa yang mandiri dan berkelanjutan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M Universitas Jember menggelar acara Simposium Desa dan Launcing Program “KOBER DESA” Kolaborasi Bersama untuk Desa dan penandatanganan kerja sama 4 kabupaten di antaranya Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo dengan 235 desa, Rabu (13/12/2023) yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Jember. Dr Ir Iwan Taruna, M.Eng., IPM, Rektor Universitas Jember mengemukakan dalam sambutannya, bahwa peran desa untuk perguruan tinggi tidak hanya untuk penelitian dan pengabdian saja. Sekarang dapat disinergikan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), ia mencontohkan dengan KKN Kolaboratif dan KKN Tematik untuk pembangunan di beberapa wilayah kabupaten di sekitar Tapal Kuda. “Memang kegiatan MBKM sebagian besar menurut saya fokus pada aktivitas pedesaan, tentu kolaborasi ini harus dikuatkan, karena kami (UNEJ) sadar betul peran desa itu sangat penting, jadi pembangunan itu mulai dari desa, karena kemakmuran bangsa, Indonesia yang dicita-citakan tentu akan tercapai dengan tahapan-tahapan dimulai dari desa,” katanya. Lalu ia menambahkan, 18 indikator capaian SDGs yang diantaranya tentang desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, Universitas Jember sangat mempertimbangkan apa yang telah dicanangkan oleh Kementerian Desa. Menurutnya jika program SDGs berhasil memiliki kontribusi 3/4 pembangunan nasional yang sustainaible. “Sehingga sangat beralasan karena ke wilayah di Indonesia 90% memang ada di desa sekarang 43% penduduknya ada di desa, jadi dalam opini saya membangun desa mandiri dan berkelanjutan itu harus diwujudkan, jika ini berhasil maka akan mereduksi migrasi masyarakat desa baik urban maupun ke luar negeri,” imbuhnya. Dirinya berharap dengan program ini terus konsisten dan mendapatkan dukungan dan kerja sama  dari berbagai pihak untuk dilaksanakan terutama kepada Kementerian Desa untuk lebih dikuatkan. “Maka simposium kali ini dilaksanakan tentunya dalam rangka menghimpun berbagai pendapat dari beberapa ahli dan praktisi yang nanti berguna untuk para pihak, sehingga para peserta mendapatkan informasi baru yang nantinya bisa dibagikan di daerahnya masing-masing,” tutupnya sekaligus ia membuka acara simposium desa. Sementara itu, Dr Ali Badrudin, S.S., M.A., Sekretaris Bidang Pengabdian LPPM Universitas Jember dalam laporannya menyampaikan kegiatan kali ini ada dua agenda yaitu simposium desa dan Program terbaru LPPM Kolaborasi Bersama Desa “KOBER DESA”. Pada kesempatan itu juga, Sugito, S.Sos., MH. Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan dalam paparannya merefleksi hadirnya Undang-undang no. 6  tahun 2014 tentang Desa, secara sederhana ada 4 hal yang diatur secara politis. “Yang pertama Politik Demokrasi Desa, yakni bahwa keputusan tertinggi adalah musyawarah desa, yang kedua politik kedaulatan desa, adanya pengakuan apa yang menjadi kewenangan desa, yakni kewenangan asal usul maupun kewenangan lokal sekala desa, yang ke tiga politik pembangunan desa, yakni meletakkan masyarakat desa sebagai subyek atas pembengunan itu, bukan lagi pembangunan di desa tapi pembangunan desa, maknanya adalah seluruh masyarakat menjadi bagian penting sebagai subyek kepemilikan desa dan ke empat adalah politik literasi desa, meletakkan bahwa desa menjadi basis pengetahuan didalam menjalankan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang kita akui dengan kearifan lokal,” paparnya. Lalu dirinya mengatakan, tujuan mulia dalam pembangunan desa ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, meningkatkan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan. “Dari dana desa yang diberikan ini, maka titik pentingnya bukan soal dana desa tatapi soal politik kebijakan yang diberikan kepada desa, bahwa desa memiliki entitas untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sekitar, dana desa sebagai konsekuensi logis atas adaanya penyerahan urusan tentang kewenangan lokal atau asal usulnya,” jelasnya. Ia melanjutkan, dari total desa di indonesia 75.265 desa, secara teritotial hampir 91% menempati wilayah Indonesia dan hanya 9% yang menempai wilayah kelurahan. “Jika dilihat dari jumlah penduduk 71% ber KTP di desa meskipun tinggal diberbagai wilayah ditanah air,” ungkapnya. Lalu ia juga memaparkan, capaian IDM tahun 2023, kemandirian desa terus meningkat, terjadi lompatang yang signifikam terhadap jumlah Desa Mandiri dan Desa Maju, serta penurunan tajam Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal. “Apresiasi untuk pemerintah Jawa Timur, pada tahun 2023 ini tidak ada lagi desa tertinggal dan desan sangat tertinggal, ada 3 dimensi untuk mengukurnya diantaranya, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan,” katanya. Dirinya berharap, perlu adanya sinergitas dan kolaborasi percepetan pembangunan desa dan pedesaan, peran Pentahelix solusi percepatan pertumbuhan ekonomi desa yaitu, Pemerintah, Akademisi, Masyarakat, Pelaku Usaha dan Media. (cah/is)  https://petisi.co    

Selanjutnya

Pelatihan Business Model Canvas (BMC) Dalam Mendukung Program KKN Tematik

Alexander Osterwalder adalah  pengembang  Business Model Canvas yang menyederhanakan konsep model bisnis yang rumit dan kompleks menjadi sebuah model bisnis yang mudah untuk digunakan suatu organisasi atau wirausahawan. Pelatihan ini untuk mempelajari keterampilan dalam membuat bisnis model secara visual,sehingga mudah dimengerti dengan contoh praktis pembuatan canvas yang menggambarkan secara visual dalam hal perencaan dan strategi bisnis yang mudah untuk dipahami dan implementasikan.  

Selanjutnya

Gelar Alat Early Warning System dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Jember, 4 Desember 2023 – Dalam upaya peningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometerologi yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember pada hari Senin tanggal 4 Desember 2023 di Alun-alun Kabupaten Jember, Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember menampilkan beberapa alat early warning system (sistem peringatan dini) untuk mitigasi longsor yang ditampilkan oleh dosen Prodi Geofisika FMIPA, dan untuk mitigasi banjir yang ditampilkan oleh dosen Prodi Teknik Elektro FT Universitas Jember. Selain itu juga ditampilkan beberapa produk berupa Panduan Penanganan Bencana dan Panduan KKN Desa Tangguh Bencana, disertai foto dan video dokumenter peran aktif Universitas Jember dalam penanganan bencana erupsi gunung berapi, banjir dan gempa bumi.Jember, 4 Desember 2023 – Dalam upaya peningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometerologi yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember pada hari Senin tanggal 4 Desember 2023 di Alun-alun Kabupaten Jember, Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember menampilkan beberapa alat early warning system (sistem peringatan dini) untuk mitigasi longsor yang ditampilkan oleh dosen Prodi Geofisika FMIPA, dan untuk mitigasi banjir yang ditampilkan oleh dosen Prodi Teknik Elektro FT Universitas Jember. Selain itu juga ditampilkan beberapa produk berupa Panduan Penanganan Bencana dan Panduan KKN Desa Tangguh Bencana, disertai foto dan video dokumenter peran aktif Universitas Jember dalam penanganan bencana erupsi gunung berapi, banjir dan gempa bumi.   Sistem peringatan dini merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. Peringatan dini pada masyarakat atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat. Harapannya agar masyarakat dapat merespon informasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kesigapan dan kecepatan reaksi masyarakat diperlukan karena waktu yang sempit dari saat dikeluarkannya informasi dengan saat (dugaan) datangnya bencana. Kondisi kritis, waktu sempit, bencana besar dan penyelamatan penduduk merupakan faktor-faktor yang membutuhkan peringatan dini. Semakin dini informasi yang disampaikan, semakin longgar waktu bagi penduduk untuk meresponnya.   Dalam kunjungannya ke ruang pamer Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember, Bupati Jember menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menghadapi risiko bencana, khususnya tanah longsor di daerah Rembangan. Beliau menyatakan keinginannya untuk membangun kolaborasi yang erat dengan LP2M Universitas Jember guna memberikan edukasi yang efektif kepada masyarakat, dan melakukan kajian bawah permukaan tanah berkaitan dengan mitigasi bahaya longsor yang bisa terjadi di daerah Rembangan.  "Pemahaman yang baik tentang tanah longsor dapat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampaknya. Kolaborasi dengan LP2M Universitas Jember akan membantu kita mencapai tujuan ini," ujar Bupati Jember.  

Selanjutnya

Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu Membangkitkan Budaya Peduli Lingkungan Mahasiswa Universitas Jember

Jember, 21-22 November 2023: Pengelolaan sampah menjadi salah satu isu permasalahan lingkungan terbesar di Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan sampah yang terpadu sepertinya menjadi faktor utama dalam isu permasalahan lingkungan ini. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang peka terhadap permasalahan lingkungan ini, maka Universitas Jembersebagai kampus yang turut menerapkan pengelolaan sampah terpadu melaksanakan kegiatan Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu bagi perwakilan mahasiswa dari semua fakultas di lingkungan Universitas Jember. Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu merupakan agenda ketiga Program Green Campus Weeks yang diselenggarakan Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember. Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu berupa serangkaian aktivitas pelatihan bertema pengelolaan lingkungan dengan metode pemecahan masalah melalui praktik dan diskusi, yang dilaksanakan selama dua hari pada 21-22 November 2023 bertempat di Kampus Bumi Tegalboto Universitas Jember dan Desa Jenggawah – Kabupaten Jember (22/11)   Gelora semangat peserta Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu untuk mewujudkan budaya peduli lingkungan di Universitas Jember Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada  Masyarakat Universitas Jember membuka langsung kegiatan ini didampingi oleh Sekretaris Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. dan Koordinator Pusat Lingkungan Hidup  dan Kebencanaan Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Yuli Witono,S.TP., M.P. menekankan pentingnya peran generasi muda yaitu mahasiswa dalam dalam pencegahan dan penanganan perubahan iklim, melalui pengelolaan sampah secara terpadu di lingkungan kampus Universitas Jember. Rangkaian aktivitas Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa untuk berkontribusi bagi keberlanjutan UNEJ Green Campus. Kegiatan hari pertama Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu berupa pemberian materi tentang UNEJ Green Campus dan Pengelolaan Sampah Terpadu. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti pelatihan pengolahan sampah anorganik dan organik di Dusun Gayasan B, Desa Jenggawah dengan mempraktikkan aktivitas pemilahan, penimbangan dan pencatatan nasabah bank sampah, dan juga berlatih budidaya maggot black soldier fly (BSF) sebagai langkah biokonversi sampah organik. Pelatihan diikuti oleh 56 mahasiswa Universitas Jember, yang langsung didampingi oleh pengelola bank sampah dan pembudidaya maggot di Dusun Gayasan, dan juga tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember. Para mahasiswa mendapatkan manfaat dari interaksi dengan komunitas penggiat lingkungan hidup untuk memperluas wawasannya. Pengalaman ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk untuk terus menjaga keberlanjutan kelestarian lingkungan di Universitas Jember dan masyarakat sekitar.   Pembukaan pelatihan pengelolaan sampah organik dan norganik di Dusun Gayasan, Jenggawah Aktivitas pelatihan pengelolaan sampah anorganik melalui Bank Sampah Dusun Gayasan Aktivitas pelatihan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF Kegiatan hari kedua yaitu diskusi dan presentasi mahasiswa terkait pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kampus Universitas Jember. Mahasiswa melakukan identifikasi masalah, dasar kebijakan, memberikan solusi masalah, dan merekomendasi tindak lanjut. Selanjutnya dihasilkan beberapa rekomendasi penting antara lain: 1. Pengelolaan sampah anorganik: Penambahan jumlah tempat sampah berkriteria di semua unit kerja, Pembuatan bio-briket sebagai solusi dari pengelolaan sampah daun kering dan ranting pohon yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar, Pembuatan pupuk organik dari sampah basah maupun kering, Pengelolaan sampah organik untuk budidaya maggot BSF yang dapat menghasilkan produk pakan ternak, kompos, dan kitin/kitosan, Pengembangan biofilter untuk limbah cair domestic 2. Pengelolaan sampah organik: Penyediaan tempat sampah yang sesuai dengan kriteria, Penyediaan keran air siap minum di setiap unit kerja untuk meminimalisasi penggunaan botol plastik Pembuatan Bank Sampah yang terorganisir dengan baik Pembuatan unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk lingkungan hidup Penguatan kampanye peduli lingkungan di lingkungan UNEJ.   Penyampaian Rekomendasi oleh Perwakilan Peserta Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu Semua rekomendasi dari kegiatan “Youth Camp Pengelolaan Sampah Terpadu” akan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana operasional dan rancangan program kerja Pusat Lingkungan Hidup dan  Kebencanaan LP2M Universitas Jember, yang akan diimplementasikan pada tahun 2024.   Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember

Selanjutnya

Kampanye Kelestarian Lingkungan Wujud Nyata Aksi Universitas Jember Dalam Pengendalian Pemanasan Global

Jember, 18 Nopember 2023: Program Green Campus Weeks yang diselenggarakan Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember berlanjut pada agenda kedua yaitu “Kampanye Kelestarian Lingkungan”. Isu pemanasan global di tahun 2023 ini perlu menjadi kewaspadaan bersama karena menjadi titik tertinggi sejak tahun 2016. Copernicus sebagai lembaga pengamatan bumi Uni Eropa melaporkan rata-rata peningkatan pemanasan global mencapai 1,5oC di tahun 2023. Pengendalian emisi kendaraan, pengelolaan sampah dan pencegahan kebakaran penampungan sampah, pengelolaan limbah, efisiensi penggunaan listrik merupakan upaya menurunkan pemanasan global. Oleh karena itu, Universitas Jember sebagai kampus yang turut mempromosikan mitigasi perubahan iklim global secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan Kampanye Kelestarian Lingkungan melalui lokakarya lingkungan hidup dan kebencanaan yang dilaksanakan di Agrotechnopark Jubung – Universitas Jember (18/11).   Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember membuka langsung kegiatan ini didampingi oleh Sekretaris Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. menekankan pentingnya internalisasi budaya lingkungan hidup bersih dan nyaman kepada semua civitas akademika Universitas Jember. Beliau menambahkan bahwa pembangunan dan pengembangan kampus harus menjaga kelestariannya dan tidak mengurangi atau mengubah kapasitas lingkungan hidup di dalamnya dalam jangka panjang. Selanjutnya, beliau memberi arahan agar Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan yang dikoordinasi oleh Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes harus menginiasi munculnya pejuang-pejuang lingkungan hidup dan kebencanaan yang selalu mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan tangguh dalam menghadapi bencana.  

Selanjutnya
Keatas