Pemberitahuan Registrasi Ulang Mahasiswa KKN Universitas Jember Periode II T.A 2019/2020

Yth. Dekan Fakultasdi Lingkungan Universitas Jember Dengan hormat, Bersama ini kami sampaikan bahwa pelaksanaan KKN periode II Tahun Akademik 2019/2020 ini akan dilaksanakan dengan tema Back to village. Wilayah penerjunan Mahasiswa KKN yang dalam kondisi normal akan di kelompokkan secara proporsional berdasarkan prodi dan di terjunkan di desa binaan Universitas Jember, maka sekarang mahasiswa menyelenggarakan KKN dalam posisi mereka sekarang berada (tinggal). Untuk merancang bentuk KKN ini akan di selenggarakan berbasis program sesuai dengan pilihan Mahasiswa yang sudah mendaftarkan sebagai peserta KKN periode II Tahun Akademik 2019/2020. Oleh karena itu mahasiswa program KKN harus melakukan registrasi ulang ke link https://bit.ly/2KKNBackToVillageUnej untuk menentukan pilihan program Mahasiswa paling lambat tanggal 1 Mei 2020. Mahasiswa yang memilih tematik 1 Program kemanusiaan pencegahan Covid 19 nantinya akan di sinergikan dengan Tim Puscovid Unej. (info lebih lanjut lihat laman pojok covid Unej). Demikian  surat edaran ini kami sampaikan, Atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Sekretaris ILP2M Universitas Jember Drs. Anwar, M.SiNIP.196306061988021001

Selanjutnya

Expo KKN Univ. Jember Gel. II Periode 2018/2019

(Jember,  September 2019). Pada hari Minggu 01 September 2019, LP2M Universitas Jember melaksanakan Expo KKN Gel. II. Expo yang dilaksanakan di lapangan Univ. Jember. Expo kali ini sangat spesial, bukan hanya karena dihadiri oleh sekitar 3556 mahasiswa KKN tetapi juga mengusung konsep tematik. Expo ini menghadirkan sekitar 350 booth yang ditempati mahasiswa KKN Univ. Jember yang tersebar di Kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Banyuwangi, Kab. Probolinggo, Kab. Lumajang, Kab. Pacitan, Kab. Pangkep dan Kab. Bangka Belitung. Expo ini juga sebagai ajang pertanggungjawaban hasil nyata mahasiswa KKN Tematik Univ. Jember dalam membantu mengembangkan potensi yang terdapat di desa. Expo yang dibuka secara langsung oleh Ketua LP2M ini menekankan inovasi dan pengembangan desa, pada kesempatan ini juga LP2M juga memberikan apresiasi terhadap kelompok KKN yang mampu memunculkan produk yang inovatif dan apresiasi atas kreasi booth terbaik. Acara Expo ini juga dihadiri oleh perwakilan dari USAID-Mitra Kunci, dimana pada periode KKN ini USAID-Mitra Kunci ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan KKN tematik ini, yaitu memberikan pelatihan soft skill kewirausahaan kepada mahasiswa KKN. Menurut Ali Badrudin sebagai Ketua Pusat KKN LP2M, melalui Expo ini diharapkan hasil nyata oleh para mahasiswa KKN tersebut dapat membantu desa dalam hal branding pengenalan produk-produk berbahan dasar potensi desa masing-masing.

Selanjutnya

TOT Kuliah Kerja Nyata Kewirausahaan Universitas Jember Bentuk Dukungan Kampus pada Pembangunan Ekonomi Daerah

(Jember,  Juni 2019). Pada tanggal 24-25 Juni, Universitas Jember melaksanakan Training of Trainers (TOT) Modul Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirausahaan (KKN-KWU) dan Keterampilan Non Teknis untuk Mahasiswa. Sebanyak 50 mahasiswa yang merupakan Koordinator Desa untuk wilayah KKN mendapatkan pembekalan kewirausahaan dari para lima dosen pembimbing lapangan (DPL) yang menjadi master trainer. Para mahasiswa ini akan memimpin rekan-rekan mahasiswa lainnya dalam kelompok kerja KKN dalam merencanakan, melaksanakan dan merekam dampak kegiatan KKN-KWU di tingkat desa. Di desa lokasi KKN-KWU tiap kelompok akan mendampingi kelompok-kelompok masyarakat dalam mengembangkan dan memperluas kegiatan wira usaha di desa. Bukan Sekedar Tugas Mahasiswa KKN-KWU adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan. Kewirausahaan adalah bagian dari dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam konteks ini peyelenggaraan KKN Kewirausahaan dapat dilihat tidak semata sebagai upaya perguruan tinggi memberi kecakapan kewirausahaan, tetapi juga merupakan pengejawatahan Tri Dharma perguruan tinggi dalam mengembangkan ketenagakerjaan khususnya di bidang wirausaha. Menurut Rektor Universitas Jember Moh. Hasan. Harapannya dengan acara ini mahasiswa Univ. Jember menjadi salah satu atau sebagian besar mahasiswa yang bisa mengembangakan militansi baik pada diri sendiri maupun bangsa dan acara seperti ini dapat menjadi pemicu untuk munculnya wirausaha wirausaha muda, sehingga mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. KKN Kewirausahaan memiliki dampak yang positif pada isu ketenagakerjaan secara khusus dan sektor ekonomi secara umum, setidaknya pada tiga area: Pertama adalah area mahasiswa peserta KKN. Mahasiswa yang mengikuti KKN Kewirausahaan ini akan memiliki kecakapan merancang wirausaha dan pengalaman melaksanakan implementasinya sehingga ia lebih siap saat terjun ke dalam dunia usaha dunia industri (DUDI), baik sebagai pekerja maupun sebagai pengusaha. Dalam banyak kasus di perguruan tinggi, mahasiswa yang mengikuti KKN Kewirausahaan mengembangkan wirausahanya sendiri sebelum lulus kuliah. Ke dua, area masyarakat penerima manfaat KKN Kewirausahaan. Penyelenggaraan KKN Kewirausahaan menunjukkan banyaknya kelompok dampingan di masyarakat yang menjadi lebih mampu dalam mengembangkan usaha ekonominya secara lebih sistematik, menghasilkan pendapatan yang lebih besar serta merekrut tambahan pekerja akibat proses manajemen kewirausahaan yang lebih baik. Ke tiga, area terkait pembangunan daerah. Mengingat KKN Kewirausahaan berjalan terus menerus dan setiap tahunnya melibatkan ribuan mahasiswa yang mendampingi upaya-upaya kewirausahaan di desa. Dengan demikian setidaknya ia berdampak positif pada akselerasi pembangunan ekonomi di kabupaten/kota serta berkontribusi secara signifikan dalam upaya pemanfaatan dana pembangunan di desa terkait penciptaan usaha ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Dampak positif ini dapat terjadi karena kontribusi kecakapan manajemen kewirausahaan yang dibawa melalui kegiatan KKN. KKN Gel. II Univ. Jember saat ini akan menerjunkan mahasiswa KKN sebanyak 3500 mahasiswa dan ditempat di 5 Kabupaten, Kab. Jember, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Lumajang dan Kab. Probolinggo. Dimana 5 Desa yang terpilih akan melakukan KKN Tematik Kewirausahaan. Serta bersama-sama mengembangkan atau memperluas berbagai potensi desa yang tujuan akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Bagian dari Upaya Nasional Beberapa waktu sebelumnya, tepatnya pada 10 Juni 2019, sepuluh universitas yang tergabung dalam konsorsium Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kewirausahaan menandatangani nota kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative, dengan disaksikan Prof. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan DR. Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran. Kesepuluh universitas ini adalah Universitas Padjajaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Sebanyak 40.000 mahasiswa akan melaksanakan KKN Kewirausahaan di sepuluh universitas ini sampai tahun 2021. “KKN tematik kewirausahaan sendiri ialah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan,” ungkap DR. Paristiyanti Nurwardani. Nota kesepahaman ini menjadi payung bagi kerjasama antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan KKN Kewirausahaan. USAID Mitra Kunci Initiative memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan dan mekanisme pemantauan dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan. Selain itu, melalui kerjasama dengan beberapa universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi para dosen pembimbing KKN Kewirausahaan yang mencakup 205 dosen (63 dosen untuk ToT nasional dan 142 dosen ToT tingkat Perguruan Tinggi) dari 57 universitas di tiga provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa timur. “KKN ini menadi istimewa karena mengandung muata kewirausahaan. Mahasiswa nanti setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” jelas Prof. Ismunandar yang juga merupakan Guru Besar termuda ITB. Mitra Kunci: Upaya Pemerintah AS Membantu Ketenagakerjaan Indonesia USAID mendukung pengembangan ketenagakerjaan di Indonesia melalui USAID Mitra Kunci Initiative. Dalam seluruh aktivitasnya, Mitra Kunci  USAID selalu mengintegrasikan prinsip pemberdayaan kaum muda dan kaum rentan, inklusivitas dan kesetaraan gender. “USAID melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan, berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam menyiapkan kaum muda menghadapi situasi ketenagakerjaan global abad 21,” ujar Thomas Crehan, Director of Office of Human, Capacity and Partnerships (HCP) USAID Indonesia. Isu kaum muda ini menjadi penting, karena Indonesia adalah salah satu pemain global dalam dunia ekonomi. Hampir setengah populasi Indonesia adalah kaum muda di bawah usia 30 tahun. Namun demikian, menurut data bank Dunia, pengangguran muda (usia 15-24) masih sangat tinggi yakni sekitar 16 persen. Setiap tahun 2,5 juta orang memasuki dunia kerja, namun sebagian besarnya adalah pekerjaan dengan kecakapan dan upah rendah. Selain memberi dukungan pada universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga memberikan dukungan teknis pada Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) seperti pelatihan bagi calon tenaga kerja baik dalam keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan non teknis (soft skill). USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu meningkatkan kualitas pemagangan (internship dan apprenticeship), informasi pasar kerja serta bekerja sama dengan mitra lokal dalam mencarikan penempatan bagi calon tenaga kerja yang sudah dilatih. Selain bekerja sama dengan Lembaga di atas, Mitra Kunci juga bekerjasama dengan pihak swasta serta asosiasi perusahaan, terkait dengan upaya melakukan rekrutmen tenaga kerja terampil, memperbaiki kebijakan sumber daya manusia di perusahaan agar lebih inklusif serta menciptakan fasilitas pekerjaan yang lebih ramah pada pekerja dengan disabiilitas. Saat ini, selain bermitra dengan Kemenristekdikti dan Kementerian Tenaga Kerja, Mitra Kunci bekerja dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat seperti Saujana, Transformasi dan Rajawali Foundation serta pihak swasta seperti United Tractors, H & M dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Selanjutnya

FGD KKN Kolaboratif Bangka Barat dan Pangkep

Jember, 19 Juni 2019. LP2M Universitas jember berkesempatan melaksanakan FGD KKN Kolaboratif antara Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Pangkep dan LP2M Universitas jember. FGD ini adalah bentuk awal kerjasama antara Universitas jember dan Kab. Bangka Barat serta Kab. Pangkep. Kerjasama yang diawali dengan pengiriman mahasiswa KKN Universitas Jember ke kedua Kabupaten tersebut. Diharapkan dengan adanya penerjunan KKN di dae tersebut disamping dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar juga dapat menonjolkan kelebihan dan potensi yang ada. FGD yang dilaksanakan di Aula LP2M Univ. Jember tanggal 19 Juni 2019 ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kab. Bangka Barat dan Kab. Pangkep. Acara yang dibuka secara langsung oleh Ketua LP2M Universitas Jember Achmad Subagiao ini mengharapkan dapat membuahkan kerjasama yang positif antara LP2M Univ. Jember dan kedua Kabuapten tersebut bukan hanya dalam hal penerjunanan mahasiswa KKN namun dapat berkembang luas ke kerjasama yang lebih luas. Menurut Jajang, Sekretaris Bappeda Kab. Pangkep, mengatakan bahwa Khususnya Kab. Pangkep mengharapkan peran serta KKN Universitas Jember unt dapat mendampingi masyarakat sekitar untuk memajukan baik dari sisi ekonomi dan potensi yang ada. Jajang juga berkata karena ini adalah penerjunan KKN yang pertama ke Kab. Pangkep, mereka akan menjamin keselamatan selama berada di Kab. Pangkep. Menurut Hermanto Rohman, Penerjunan KKN di Kab. Bangka Barat dan Pangkep difokuskan kepada KKN Tematik dengan tema Universitas Jember Membangun Desa. Metode ini dirasa masih efektif untuk meningkatkan potensi Desa. Senada dengan hal ini Ali Badrodin sebagai Ketua Pusat KKN mengatakan KKN Tematik ini dapat menjadi awal Intergrasi antar Desa dan para Dosen khusunya di lingkungan Univ. Jember, diharapkan intergrasi ini dapat membantu meningkatkan potensi dan perekonomian Desa, yang pada akhirnya hal ini menjadikan desa-desa tersebut menjadi Desa Binaan Univ. Jember.   

Selanjutnya

Desa Edu Wisata Desa Sogo’an Probolinggo

Jum’at 26 April 2019. Desa Edu Wisata di Desa Sogo’an Kec. Pakuniran Kab. Probolinggo adalah salah satu Desa binaan LP2M yang lebih berfokus kepada Desa Wisata. LP2M melalui KKN Tematik Universitas Jember, mendorong kelebihan dan mendampingi Desa-desa Binaan untuk memunculkan potensi desa yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mashyarakat desa, Menurut Achmad Subagio selaku ketua LP2M mengatakan bahwa potensi desa tersebut akan didorong untuk dapat segera dipublikasikan, untuk itu LP2M melalui KKN Tematik juga berusaha berkontrubusi untuk membina dan mendampingi sosial masyrakat sekitar, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat sekitar.Sejalan dengan harapan LP2M Univ, Jember, Kades Sogo’an, Kusno berharap besar kepada LP2M untuk dapat mendampingi desanya sampai menjadi desa wisata mandiri, Bersamaan dengan acara ini LP2M secara simbolis memberikan Miniatur Pilot Project Desa Edu Wisata Sogo’an, Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua LP2M Achmad Subagio didampingi oleh Ketua Pusat KKN LP2M Ali Badrodin dan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Sogo’an.

Selanjutnya
Keatas